Sejarah Perkembangan Tasawuf

Sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf dalam Islam, menurut para peneliti, sesungguhnya sama dengan pertumbuhan dan perkembangan Islam sebagai agama. Hal ini mengingat keberadaan sama dengan keberadaan Islam itu sendiri. Karena, pada hakikatnya agama Islam itu ajarannya hampir dapat dikatakan bercorak tasawuf.[16]
Sejak zaman Rasulullah SAW bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Kehidupan beliau sudah mencerminkan ciri dan prilaku kehidupan sufi. Hal itu dapat dilihat dari kehidupan sehari-harinya yang sangat sederhana, di samping menghabiskan waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Jadi, Rasulullah SAW telah memberikan landasan berdasarkan wahyu ilahi dalam kehidupan tasawuf. Kehidupan beliau yang sangat sederhana dan meninggalkan kehidupan mewah bertujuan memberi contoh bagi para sahabatnya. Kehidupan beliau tidak mementingkan kemewahan materi, tetapi lebih mementingkan kekayaan mental spiritual. Akibatnya , hubungan transendental dengan Tuhan memiliki makna yang hakiki dan jiwa memiliki daya perekat dan kedekatan dengan-Nya.[17]
Dalam perkembangan sejarah , ada salah seorang sahabat yang secara khusus memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran yang dicontohkan Rasulullah SAW. Para ahli sejarah telah menengarai bahwa sahabat inilah yang pertama mencoba memfilsafatkan ibadah dan menjadikannya secara satu “tarekat” yang lebih khusus. Sahabat tersebut adalah Hudzaifah Al-Yamani.[18]

Perkembangan sufi kemudian dilanjutkan oleh generasi tabi’in,

diantaranya Imam Hasan Al-Basri, seorang ulama besar masa tabi’in murid dari Hudzaifah Al-Yamani. Ia adalah orang pertama yang mendirikan pengajian tasawuf di kota Bashrah. Di antara muridnya yang mengikuti pengajian tasawuf di madrasah tasawuf miliknya itu adalah Malik bin Dinar dan Tsabit Al-Banani.
Pada abad-abad berikutnya berikutnya, ilmu tasawuf semakin berkembang sejalan dengan perkembangan agama Islam di berbagai belahan bumi. Dalam hal perkembangan agama Islam di berbagai wilayah dunia Islam, para sufi berperan besar dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran-ajaran agama Islam kepada kaum muslimin.
Dari data historis di atas, dapat disimpulkan bahwa tasawuf bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam. Dasar dari ajaran tasawuf diserap dari sejarah dan peri kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Tasawuf tidak diserap dari dasar yang tidak ada hubungannya dengan Islam, sebagaimana diklaim oleh sebagian orientialis dan murid-murid mereka.[19]

Recent Posts