Merupakan masalah penelitian

Pertimbangan kedua adalah bahwa masalah yang akan dipilih adalah masalah penelitian. Disebut masalah penelitian jika paling tidak memiliki tiga kondisi, yaitu antara harapan dan kenyataan, ada satu pertanyaan tentang mengapa ada dua atau lebih jawaban yang mungkin untuk yang dipertanyakan. Sebagai contoh: mengapa kinerja karyawan menurun? Jawaban atas masalah ini dapat bervariasi. Mungkin jumlah insentif yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan karyawan, mungkin jenis insentif yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan, mungkin sistem penerapan insentif tidak adil, mungkin iklim organisasi tidak kondusif atau mungkin motivasi kerja menurun.

Tidak semua masalah adalah masalah penelitian atau tidak semua masalah secara empiris dapat diteliti. Ada juga masalah tetapi bukan masalah penelitian yakni suatu masalah yang sebelum dilakukan penelitian sudah dapat diketahui secara pasti jawaban dari masalah tersebut karena tidak ada alternatif lain. Oleh karena itu tanpa mengadakan penelitian solusi atas masalah tersebut dapat dibuat.

3)    Memiliki karakteristik dari masalah penelitian yang baik

Pertimbangan ketiga adalah masalah yang dipilih harus memiliki karakteristik masalah yang baik, ada tiga karakteristik yang baik

  1. a)Dapat diteliti, satu masalah yang dapat diteliti adalah dapat diselidiki melalui pengumpulan data dan analisis data
  2. b)Mempunyai signifikansi teoritis dan pragmatis. Masalah sangat signifikan jika diturunkan dari teori, bahkan jika masalah bukan teoritikal, bagaimanapun, solusinya harus berkontribusi dalam beberapa cara untuk memperbaiki masalah-masalah yang ada.
  3. c)Bahwa masalah tersebut adalah masalah yang baik untuk diteliti dan sesuai dengan tingkat ketrampilan penelitian dan tersedian sumber-sumber dan waktu yang dimiliki.

4)    Memenuhi kelayakan masalah penelitian

Tidak semua masalah penelitian dapat dijadikan permasalahn untuk diteliti. Meskipun masalah penelitian telah memiliki karakteristik masalah yang baik masih perlu diklasifikasi melalui kriteria pertimbangan kelayakan masalah. Kriteria ini perlu bukan saja agar peneliti lebih mengenal masalah penelitiannya, melainkan juga dapat menghilangkan atau mengurangi kesulitan yang mungkin timbul dalam tahap penelitian berikutnya. Ada empat kriteria pertimbangan kelayakan masalah, yakni masalah, peneliti, pemecahan dan hasil.

Sumber :

https://namabayi.co.id/facebook-desain-ulang-tampilan-dalam-aplikasi/