MASALAH dan KEBIJAKAN EKONOMI di NEGARA – NEGARA SEDANG BERKEMBANG

Negara berkembang adalah sebuah Negara dengan rata-rata pendapatan yang  rendah, infrastruktur yang relative terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan negara global.

Permasalahan ekonomi yang sering di alami Negara-negara berkembang :

  1. Pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya menambah kerumitan masalah-masalah pembangunan yang dihadapi.
  2. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan sehingga tidak seluruh penduduk dapat melakukan kegiatan ekonomi karena untuk berinvestasi kita harus memiliki uang lebih, sedangkan para pengangguran dan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit.
  3. Tingkat Produksi yang rendah, produksi yang rendah ini diakibatkan oleh sumber daya manusia yang kurang memadai sehingga kurang adanya inovasi dalam meningkatkan nilai tambah suatu barang guna mencapai keuntungan yang maksimal.
  4. Ekonomi yang sangat tergantung kepada ekonomi eksternal, dalam hal ini eksternal yang dimaksud yaitu silkus ekonomi internasional.
  5. Tingkat pendidikan, terdapat kegagalan dalam mengembangkan projek di Negara-negara berkembang menimbulkan kesadaran kepada ahli-ahli ekonomi bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan antara lain tergantung kepada taraf pendidikan masyarakatnya.

Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi diharapkan upaya mengatasi masalah yang ada agar Negara-negara berkembang dapat bersaing dalam perekonomian internasional dan bersaing dengan Negara-negara maju, adapun solusi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan perekonomian di Negara berkembang:

  1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Perlu adanya kebijakan dari Pemerintah yang dapat mendorong kemajuan ekonomi
  3. Mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing
  4. Menciptakan iklim investasi yang baik
  5. Revitalisasi pembagian keuntungan perusahaan asing

Kebijakan Ekonomi Di Negara-Negara Yang Sedang Berkembang

  1. Kebijakan Perdagangan Dalam Mengembangkan Industry Manufaktur

Barangkali dalam perbedaan yang paling mencolok antara kebijakan kebhijakan di  Negara – negara maju dan Negara-negara  miskin adalah bahwa di Negara-negara berkembang secara berkembang secara konsisten lebih ditujukan untuk mendorong industry  manufaktur menjadi sector utama dalam perekonomiannya. Penitik beratan ini, sampai titik tertentu, merupakan cerminan dari lambing pentingnya sector manufaktur sebagai indicator pembangunan  nasional. Sebagian besar ekspor Negara-negara maju pada umumnya adalah barang-barang manufaktur, sedankan Negara-negara miskin lazimnya pengekspor  komoditi primer seperti hasil-hasil pertanian dan mineral. Karena itu, Negara-negara yang mencoba untuk menunjukkan kekuatan dan kebebsan mereka kelak ingin memiliki industry-industri domestic yang menonjol seperti baja petrokimia. Namun, dibalik simbolisme pengembangan bakat ini pemerintah dibanyak Negara telah dipengaruhi dengan kuat oleh hujah-hujah teoritis bagi kebijakan perdaagangan untuk memajukan manufaktur.

  1. Pembenaran Kegagalan Pasar Bagi Proteksi Industry Yang Masih Rapuh.

Artinya, hujah bagi pemberian proteksi  dalam pertumbuhan awalnya harus dikaitkan dengan keadaan-keadaan kusus dari kegagalan pasar yang merintangi swasta mengembangkan  industry yang bersangkutan sesegera yang dapat mereka lakukan. Penyokong-penyokong gigih hujah industry yang masih rapuh mengajukan dua kegagalan pasar sebagai alas an mengapa proteksi industry yang masih rapuh mungkin merupaakan suatu pemikiran yang tepat pasar modal yang tidak sempurna( imperfect capital markets) dan persoalan kelainkan( apporpability).

Pembenaran pasar modal yang tidak sempurna bagi proteksi industry yang masih rapuh adalah sebagai berikut: jika suatu Negara sedang berkembang tidak seperangkat lembaga keuangan ( seperti pasar modal dan bank yang yang efisien) yang memungkinkan tabungan dari sector-sektor tradisional ( seperti pertanian) digunakan untuk membiayai investasi di sector-sektor maju( seperti manufaktur), maka pertumbuhan industry-iundustri baru akan terbatas oleh kemampuan perusahaan-perusahaaan di industry ini untuk memperoleh keuntungan sekarang.

  1. Peraturan Modal Asing Dan Firma Multinasional Dalam Perkembangannya

    Recent Posts