Insecta

Terdapat 3 kelompok sel neuroendokrin yang utama, sebagai berikut.

  1. Sel neurosekretori medialis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka, yakni sepasng organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelepasan neurohormon.
  2. Sel neurosekretori lateralis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora kardiaka.
  3. Sel neurosekretori subesofageal : terdapat di bawah kerongkongan dan memiliki akson yang membentang ke korpora alata yang merupakan organ endokrin klasik.

Ketiganya berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas pertumbuhan dan pengelupasan rangka luar (kulit luar).

Sistem endokrin invertebrata umumnya mengatur proses yang sama seperti halnya pada vertebrata seperti pengembangan, pertumbuhan, dan reproduksi. Karena spesies invertebrata telah mengembangkan keragaman sejarah kehidupan dengan peristiwa karakteristik seperti pembentukan larva, sering dengan serangkaian tahapan yang berbeda dan / atau pupation, metamorfosis, diapause atau tahap istirahat yang tidak terjadi pada vertebrata , jelas bahwa sistem endokrin dari invertebrata jauh lebih beragam dari yang ditemukan pada vertebrata.

Invertebrata menggunakan steroid, terpenoid dan hormon peptida, tetapi ini adalah yang paling umum di antara filum ini. Struktur sekretori pada invertebrata sering kali berasal dari neuronal sehingga disebut sebagai organ atau sel neurosekretori. Steroid seperti ecdysone dan steroid jenis vertebrata, khususnya terpenoid berbeda dari hormon peptida pada sifat fisik dan kimia serta kelarutan dan ketahanan terhadap degradasi (Oehlmann, 2003).

Secara umum, sistem endokrin invertebrata belum didokumentasikan dalam rincian yang sama seperti vertebrata. Meskipun terdapat keragaman endokrinologi pada invertebrata, beberapa generalisasi dasar dapat dibuat.

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon berperan  penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh. Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dengan sistem saraf, namun cara kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf.

  1. Sistem Endokrin pada Vertebrata

Gambar : Sistem Endokrin pada Vertebrata

Berbeda dengan invertebrata, sistem endokrin pada vertebrata terutama sekali tersusun atas berbagai organ endokrin klasik. Sistem endokrin vertebrata dapat dibedakan menjadi 3 kelompok kelenjar utama yaitu hipotalamus, hipofisis atau pituitari, dan kelenjar endokrin tepi. Pada vertebrata, sistem syaraf memberikan pengaruh yang sangat jelas terhadap sistem endokrin. Berbagai organ endokrin tepi pada vertebrata bekerja di bawah kendali kelenjar pituitari bagian depan (anterior) yang merupakan salah satu organ endokrin pusat. Pituitari anterior bekerja dibawah pengaruh hipotalamus, yang kerjanya dipe

 

Sumber :

https://nashatakram.net/google-assistant-kini-bisa-bantu-putar-spotify/