Pengertian Tanah Longsor

Pengertian Tanah Longsor

Pengertian Tanah Longsor

Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

  1. Jenis-Jenis Tanah Longsor

  • Longsoran Translasi, jenis Longsoran ini terjadi karena bergeraknya suatu massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.
  • Longsoran Rotasi, Jenis Longsoran yang satu ini muncul akibat dari bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.
  • Pergerakan Blok, Jenis longsoran satu ini terjadi karena adanya perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran jenis ini disebut juga dengan longsoran translasi blok batu.
  • Runtuhan Batu, Jenis longsoran yang satu ini terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya pada longsoran ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama daerah pantai. Runtuhan batu-batu besar bisa mengakibatkan kerusakan parah.
  • Rayapan Tanah, Jenis longsoran yang satu ini bergerak lambat serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsoran ini hampir tidak bisa dikenali. Seudah beberapa lama terjadi longsoran jenis rayapan, posisi tiang-tiang, pohon-pohon, dan rumah akan iring ke bawah.
  • Aliran bahan rombakan, Jenis longsoran yang satu ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. pada Kecepatannya bergantung pada kemiringan lereng-volume air, dan jenis materialnya.

Sumber: https://bloggermuslimah.id/model-penapisan-ini-dinilai-cocok-untuk-indonesia/