Faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar bahasa .

  1. Kondisi eksternal

adalah factor diluar diri murid, seperti lingkungan sekolah, guru, teman sekolah, keluarga, orang tua, masyarakat. Kondisi eksternal terdiri dari 3 prinsip belajar, yaitu

(a)memberikan situasi atau materi yang sesuai dengan respon yang diharapkan,

(b) pengulangan agar belajar lebih sempurna dan lebih lama diingat,

(c) penguatan respon yang tepat untuk mempertahankan dan menguatkan respon itu.

  1. Kondisi internal

adalah faktor dalam diri murid yang terdiri atas

(a) moltivasi poositif dan percaya diri dalam belajar,

(b) tersedia materi yang memadai untuk memancing aktivitas siswa,

(c) adanya strategi dan aspek – aspek jiwa anak.

Factor eksternal lebih banyak ditangani oleh pendidik, sedangkan factor internal dikembangkan sendiri oleh para siswa dengan bimbingan guru.

  1. Jenis Keterampilan dan Perilaku dalam Proses Belajar Bahasa

Belajar bahasa pada dasarnya bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan menggunakan bahasa untuk berbagai keperluan. Keterampilan – keterampilan tersebut dibedakan antar perilaku internal dan perilaku eksternal. Keterampilan yang paling sederhana adalah keterampilan mekanis berupa hafalan atau ingatan. Murid menghafal dan mengingat bentuk-bentuk bahasa yang paling sederhana yang paling kompleks. Misal, dimulai dengan mendengar beberapa kosakata baru, membaca suku kata, kelompok kata, dan kalimat.

  1. Keterampilan tahap berikutnya adalah tahap pengetahuan berupa demonstrasi pengetahuan tentang fakta kaidah tentang bahasa yang dipelajari. Jenis perilaku yang internal (reseptif).
  2. Tahap pengenalan (metacognitif) .
  3. Tahap keterampilan transfer. Murid menggunakan pengetahuan dalam situasi baru. Penerapan kaidah yang disesuaikan dengan konteks bahasa yang dihadapi.
  4. Tahap komunikasi. Penggunakan bahasa yang dipelajari sebagai sarana komunikasi. Mulailah dengan pertanyaan yang sederhana, misalnya apakah kelas kita sudah bersih? Biarkan mereka secara bertahap menanggapi pertanyaan ini anda tidak perlu tergesa-gesa memperbaiki kosakata atau kaidahnya. Perilaku eksternal tahap ini adalah ekspresi diri. Murid menggunakan bahasa secara lisan atau tertulis untuk menyatakan dirinya, menyatakan gagasan atau ide. Murid membuat karangan sederhana, cerpen, novel, kisah sampai dengan karangan yang berbentuk karya tulis dan karya ilmiah atau pidato.
  5. Tahap kelima adalah kritik. Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi karangan atau karya tulis untuk maupun lisan. Perilaku sikap ini adalah analisis. Factor internal, seperti motivasi belajar anak perlu di rangsang.

Sumber :

https://multiply.co.id/dosen-its-ciptakan-software-perencanaan-kota/