Sejarah Kerajaan Bali

Kerajaan Bali terletak di sebuah pulau yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur, tepatnya di sebelah timur Pulau Jawa, maka dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Pulau Jawa. Ketika kerajaan Majapahit runtuh, banyak dari rakyat Majapahit yang melarikan diri kemudian menentap di Bali. Sehingga sampai saat ini masih ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali adalah pewaris tradisi Majapahit.

Kerajaan Bali adalah sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau berukuran kecil yang tak jauh dari Pulau Jawa dan berada di sebelah timur. Kerajaan ini berada di sebuah pulau kecil yang dahulu masih dinamakan dengan Pulau Jawa sehingga bisa dikatakan pulau ini masih dianggap sebagai bagian dari Pulau Jawa.

Kerajaan ini pada umumnya menganut kepercayaan berupa agama Hindu walau pada perkembangannya nanti ternyata tidak hanya agama Hindu yang dominan, tapi juga kepercayaan-kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. Ini bisa terjadi karena kentalnya budaya nenek moyang pada saat itu walau kerajaan ini sudah berdiri

Sumber Sejarah

 

Sumber sejarah Kerajaan Bali didapat dari beberapa berita dari Jawa dan juga prasasti-prasasti di Bali.

Prasasti Sanur menunjukkan adanya kekuasaan raja-raja dari Wangsa atau Dinasti Warmadewa.
Prasasti Calcuta, India (1042) dalam prasasti ini dikemukakan tentang asal-usul Raja Airlangga yang merupakan keturunan raja-raja Bali, Dinasti Warmadewa. Raja Airlangga lahir dari hasil perkawinan Raja Udayana dari Kerajaan Bali dengan Mahendradata (putri Kerajaan Medang Kamulan adik raja Dharmawangsa)
Komplek Candi Gunung Kawi (Tampak Siring) merupakan makam dari raja-raja Bali. Komplek candi tersebut dibangun pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu.

Berita yang cukup tentang Pulau Bali adalah prasasti yang berangka 881 M. Bahasa yang di pakai adalah Bahasa Bali Kuno. Ada juga prasasti yang tertulis dalam bahasa Sanskerta. Pada abad ke- 11 sudah ada berita dari Cina yang menjelaskan tentang tanah Po-Li ( Bali ). Berita Cina itu menyebutkan bahwa adat istiadat penduduk di tanah Po-Lihampir sama dengan masyarakat Ho-ling(Kalingga). Penduduknya menulis di atas daun lontar. Bila orang meninggal, mulutnya di masukan emas kemudian dibakar. Adat semacam ini masih berlangsung di Bali. Adat itu dinamakan ”Ngaben”. Salah satu keluarga terkenal yang memerintah Bali adalah Wangsa Warmadewa. Hal itu dapat diketahui dari Prasati Blanjong berangka 914 ditemukan di Desa Blanjong, dekat Sanur, Denpasar, Bali. Tulisannya bertulisan Nagari(India), dan sebagian berbahasa Sanskerta. Diberitakan bahwa raja yang memerintah adalah Raja Khesari Warmadewa. Pada tahun 915, Khesari Warmadewa digantikan Ugrasena

Kehidupan Politik

Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Bali antara lain sebagai berikut :

Sri Kesari Warmadewa
Ugrasena
Tabanendra Warmadewa
Jayasingha Warmadewa
Jayashadu Warmadewa
Sri Wijaya Mahadewi
Dharma Udayana Warmadewa
Marakata
Anak Wungsu
Jaya Sakti
Bedahulu

Baca juga: