Perlawanan Mataram tehadap VOC

            Upaya VOC untuk memperluas pengaruhnya di Mataram menyebabkan terjadinya ketegangan antara Mataran dan VOC.Pada masa Sultan Agung (!615-1645),pertentangan antara Mataram dan VOC mencapai puncaknya.Pada masa Sultan agung tercatat serangan sebanyak dua kali terhadap edudukan Belanda Batavia.

            Serangan pertama dilakukan pada tahun1628.Dalam serangan ini,tentara Suktan Agung mendrat di Marunda.Pasukan tentar pertama dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso,sedangkan tentara kedua dipimpin oleh Suro Agul-agul,Dipati Upsonto,Dipati Andirejo,dan Dipati Ukur.

            Pada tahun1629,Matram melancarkan serangan kedua dengan persiapan yang sudah matang.Persiapan tersebut meliputi persenjataan dan membangun gudang padi di Tegal dan Cirebon.Namun,persiapan yang sudah matang ini ternyata diketahui oleh VOC.Gudang-gudang padi milik Mataram di bakar,sehinnga prajurit Mataram kekurngan makanan.Serangan Matram kedua ini akhirnya mengalami kegagalan hingga Sultan Agung wafat 1645.

2.Perlawanan tehadap Pemerintah Kolonial Belanda

a.Perlawanan Pattimura

            Penyebab terjadinya perlawanan Pattimura antara lain sbb:

1).Terjadinya kegelisahan,kekuatan,dankekecewaan rakyat Maluku terhadap Belanda yang berkusa kembali setelah Inggris.

2).Peredaran uang kertas uang membingungkan

3).Didudukinya benteng Duurstede oleh Belanda.

            Perlawanan Pattimura meletus pada tanggal 16 Mei 1817,pada hari itu rakyat bersama Pattimura mengadakan penyerbuan dan berhasil merebut kembali  Benteng Duurstade.Dari Saparua perlawanan perlawanan meluas ke tempat lain seperti Seram dan Haruku.Hampir seluruh Maluku melakukan perlawanan sehinnga muncullah pemimpin perlawanan seperti Cristhina Marthatihahu,Antonio Rebok,Lucas Latumahina,Thomas Patiwael dan Said Parintah.

Recent Posts