Ilmu Mukhtalif al-Hadits

Adalah ilmu yang membahas tentang hadits-hadits yang tampaknya saling bertentangan. Lalu menghilangkan pertentangan itu atau mengkompromikannya, disamping membahas hadits-hadits yang sulit difahami atau dimengerti. Kemudian menghilangkan kesulitan tersebut serta menjelaskan hakikatnya.

Oleh karena itu sebagian ulama menamai ilmu ini dengan ilmu musykilul Hadits, ada juga yang menamainya ilmu Ikhtilaful hadits, ilmu Ta’wilul Hadits dan ilmu Talfiqul Hadits. Seangkan obyek pembahasan ilmu ini adalah hadits-hadits yang tampaknya berlawanan, untuk kemudian dikompromikan kandungan dengan jalan membatasi (taqyid) kemutlakannya, mengkhususkan (takhshish) keumumannya dan lain sebagainya. Atau mentakwilkan hadits-hadits yang musykil hinga hilang kemusykilannya.[5][10]

Ilmu `Ilalil Hadits

‘Ilal adalah jamak dari ‘illah, artinya penyakit. ‘Illah menurut istilah ahli hadits adalah suatu sebab yang tersembunnyi yang dapat mengurangi status keshahihan hadits padahal zhahirnya tidak nampak ada cacat.[6][11]

Ilmu ‘Illal hadits yaitu ilmu yang membahas tentang sebab-sebab tersembunyi dari segi keberadaannya mencacatkan hadits, me-muttasil-kan (menyambung hadits) yang munqathi’ (terputus sanadnya), me-marfu’-kan (menyandarkan kepada Nabi SAW) hadits yang mauquf (tidak sampai kepada Nabi SAW atau terhenti pada sahabat), memasukkan suatu hadits kedalam hadits lain, mencampuradukkan sanad dengan matan atau yang lainnya.

Ilmu Gharibul-Hadits

Yaitu ilmu (pengetahuan) untuk mengetahui lafadz-lafadz dalam matan-matan hadits yang sulit lagi sukar difahami disebabkan karena jarang sekali digunakan.

Dari ta’rif (definisi) diatas, nyata bagi kita bahwa obyek dari ilmu gharibul hadits adalah kata-kata yang musykil (sukar) dan susunan kalimat yang sulit difahami maksudnya. Hal ini dimaksudkan agar orang tidak menafsirkan secara menduga-duga dan mentaqlidi pendapat orang yang bukan ahlinya.[7][12]

Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadits

Nasikh artinya menghapus atau menghilangkan, sedangkan masukh adalah yang dihapus atau dihilangkan. Menurut ulama ushul Naskh adalah penghapusan oleh syari’ (pembuat hukum dalam hal ini adalah Allah dan Rasul-Nya SAW) terhadap suatu hukum syara’ dengan dalil syar’iy yang datang kemudian.[8][13]

Ilmu nasikh dan mansukh hadits yaitu ilmu yang membahas Hadits-hadits yang bertentangan dan tidak mungkin di ambil jalan tengah. Hukum hadits yang satu menghapus (menasikh) hukum Hadits yang lain (mansukh). Yang datang dahulu disebut mansukh, dan yang muncul belakangan dinamakan nasikh. Nasikh inilah yang berlaku selanjutnya.

Ilmu Asbab Wurud al-Hadits (sebab-sebab munculnya Hadits)

Yaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab Nabi menuturkan sabdanya dan masa-masanya Nabi menuturkan itu. Seperti di dalam Al Qur`an dikenal adalah Ilmu Asbab al-nuzul, di dalam Ilmu hadits ada Ilmu Asbab wurud al-Hadits. Terkadang ada hadits yang apabila tidak di ketahui sebab turunnya, akan menimbulkan dampak yang tidak baik ketika hendak di amalkan.

Ilmu Mushthalah Hadits

Ilmu musthalah hadits adalah ilmu tentang dasar dan kaidah yang dengannya dapat diketahui keadaan sanad dan matan dari segi diterima dan ditolaknya. Obyeknya adalah sanad dan matan dari segi diterima dan ditolaknya. Manfaat ilmu ini adalah membedakan hadits shahih dari yang tidak shahih.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/