Dinamika Hubungan Murid-Murid di Ruang Kelas

Beberapa hal yang mempengaruhi dinamika kelas antara lain:

  1. Ukuran Kelas

Ruang kelas yang diisi oleh siswa yang terlalu banyak akan menyulitkan bagi guru untuk melakukakan proses dan pencapaian tujuan pembelajaran seperti yang telah dicita-citakan. Semakin sedikit jumlah peserta didik dalam ruang kelas, maka semakin baik proses dan pencapaian tujuan pembelajaran dan pendidikan. Jumlah yang diidealkan berkisar 20 orang per guru. Dengan jumlah yang demikian ini, maka hubungan sosial antara guru dan murid menjadi lebih intens, akrab, dan lebih personal.

Ruang kelas kecil jika diisi dengan jumlah murid yang sedikit, maka akan lebih dinamis. Jumlah peserta didik yang besar pada ruang kelas kecil akan terkesan lebih sumpek dan ribut. Namun apabila ruang kelas yang besar dan diisi dengan murid yang esar pula, makan guru tidak akan mampu mnguasai secara efektif proses pembelajaran. Sebaliknya apabila ruang kelas yang besar diisi dengan murid yang sedikit, maka akan terkesan senyap.

  1. Konteks Sosial Kelas

Konteks sosial kelas meliputi beberapa aspek dari latar belakang murid seperti usia, jenis kelamin, ras, kesukuan, status sosial dan ekonomi.

Dalam suatu ruang kelas yang heterogen, perbedaan latar belakang yang mencerminkan stratifikasi sosial, akan mepengaruhi interaksi sosial antara guru dengan murid serta antar murid yang berbeda latar belakangnya.

Mengenai homogenitas, warga setiap kelas memiliki ciri homogenitas, antara lain dari segi usia peserta didik. Ada sekolah yang mencoba membuat  homogenitas siswa berdasarkan tingkat kecerdasan. Eberapa siswa yang memiliki kelebihan intelektual ditempatkan dalam satu kelas. Cara ini dianggap sebagai upaya mempertahankan kualitas dan mencari bibit unggul. Homogenitas hanya efektif untuk mengembangkan program-program khusus, sedangkan pendidikan yang ditujukan untuk mencerdaskan semua elemen masyarakat, dengan homogenitas kecerdasan, justru akan terhambat. Anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasan kurang baik tidak akan terangsang untuk mengejar kemundurannya. Sebaliknya, dalam keadaan heterogenitas, kesadaran siswa bisa terpicu. Anak-anak yang lambat akan mudah mendapat rangsangan untuk meningkatkan kecerdasannya. Efek buruk dari homogenitas berdasarkan kcerdasan hanya akan menghasilkan dua kemungkinan. Pertama, memperburuk rasa rendah diri siswa yang kurang cerdas. Kedua, memicu kesombongan dikalangan anak-anak yang tergolong cerdas.[7]]]

 

Sumber :

https://merpati.co.id/produk-warna-cat-rambut/