Teori Kreativitas

  1. Teori Psikoanalisis

Menganggap bahwa proses ketidaksadaran melandasi kreativitas. Kreativitas merupakan manifestasi dari  kondisi psikopatologis.

  1. Teori Assosiasionistik

Memandang kreativitas sebagai hasil dari proses asosiasi dan kombinasi antara elemen-elemen yang telah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru.

  1. Teori Gestalt

Memandang kreativitas sebagai manifestasi dari proses tilikan individu terhadap lingkungannya secara holistik.

  1. Teori Eksistensial

Mengemukakan bahwa kreativitas merupakan proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia dengan manusia, dan antara manusia dengan alam. Menurut May (1980), dengan teori eksistensial ini, setiap perilaku kreatif selalu didahului oleh ‘perjumpaan’ yang intens dan penuh kesadaran antara manusia dengan dunia sekitarnya.

  1. Teori Interpersonal

Menafsirkan kreativitas dalam konteks lingkungan sosial. Dengan menempatkan pencipta (kreator) sebagai inovator dan orang di sekeliling sebagai pihak yang mengakui hasil kreativitas. Teori ini menekankan pentingnya nilai dan makna dari suatu karya kreatif. Karena nilai mengimplikasikan adanya pengakuan sosial.

  1. Teori Trait

Memberikan tempat khusus kepada usaha untuk mengidentifikasi ciri-ciri atau karakteristik-karakteristik utama kreativitas.

Ciri-Ciri Kreativitas

Menurut Guilford (1963), ciri-ciri pada orang-orang kreatif adalah:

1)      Fluency: kesiapan, kelncaran, kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.

2)      Fleksibilitas: kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan.

3)      Originalitas: kemampuan untuk mencetuskan gagasan-gagasan asli.

4)      Elaborasi: kemampuan untuk melakukan hal-hal secara detail terperinci.

5)      Redefenition: kemampuan untuk merumuskan batsan-batasan dengan melihat dari sudut lain daripada cara-cara yang lain.

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas
  2. Faktor Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga yang harmonis dan demokratis mendorong anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan dan hambatan.

  1. Faktor Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Suasana, kondisi sekolah sangat menentukan kreatifitas berkembang.

  1. Faktor Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat bersifat heterogen dan kultur yang berbeda, lingkungan yang tidak kondusif mengakibatkan anak tidak berkembang kreatifitasnya.

Faktor lain yang mendorong kreatifitas adalah:

  1. Jenis Kelamin

Jenis kelamin akan berpengaruh terhadap kreatifitas. Anak laki-laki cenderung lebih besar kreatifitasnya daripada anak perempuan, terutama setelah masa kanak-kanak.

  1. Urutan kelahiran

Anak sulung, anak tengah dan anak bungsu akan berbeda tingkat kreatifitasnya. anak yang lahir ditengah, belakang, dan anak tunggal cenderung lebih kreatif daripada anak yang lahir pertama.

  1. Intelegensi

Anak yang intelegensinya tinggi pada setiap tahapan perkembangan cenderung menunjukan tingkah kreatifitas yang tinggi dibandingkan anak yang intelegensinya rendah. Anak yang pandai lebih banyak mempunyai gagasan baru untuk menyelesaikan konflik social dan mampu merumuskan penyelesaian konflik tersebut.

  1. Tingkat pendidikan orangtua

Anak yang orangtuanya berpendidikan tinggi cenderung lebih kreatif dibandingkan pendidikannya rendah.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/