Pengertian Kreativitas

Kreativitas menurut kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar kreatif, yaitu memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan, kreativitas sendiri memiliki arti kemampuan untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang sebelumnya.

Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir dalam cara-cara yang baru dan tidak biasa serta menghasilkan pemecahan masalah yang unik (Santrock, 2007).

Campbell (dalam Manguhardjana, 1986) mengemukakan kreativitas sebagai suatu kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya :

  1. Baru (novel), yang diartikan sebagai inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh dan mengejutkan.
  2. Berguna (useful), yang diartikan sebagai lebih enak, lebih praktis, mempermudah, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil yang baik.
  3. Dapat dimengerti (understandable), yang diartikan hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu, atau sebaliknya peristiwa-peristiwa yang terjadi begitu saja, tak dapat dimengerti, tak dapat diramalkan dan tak dapat diulangi.

Tahap-Tahap Kreativitas

Wallas (1926) dan Haefele (1962) mengemukakan ada empat tahapan dalam proses kreativitas yang harus dijalani yaitu:

  1. Tahap Persiapan

Otak mengumpulkan informasi dan data yang berfungsi sebagai dasar atau riset untuk karya kreatif yang sedang terjadi. Caranya dengan wawancara, mencatat data, membaca yang diperlukan atau kegiatan lain yang berfungsi mengumpulkan fakta, ide, opini. Setelah informasi dikumpulkan dilakukan pengaturan atau pengolahan terhadap konsep-konsep (dua buah sekurang-kurangnya) yang merupakan bahan-bahan pemikiran untuk menimbulan konsep baru.

  1. Tahap Inkubasi

Tahap istirahat (pengendapan) merupakan masa penyimpanan informasi dan merenungkannya. Alam bawah sadar mengolah dan mengambil alih informasi, menyemainya dengan mengaitkan berbagai ide, termasuk menjajarkan, memadukan/menggabungkan, menyortir atau memilah, membayangkan dan mengitari /mempersempit atau mencari intisari ide.

Dalam proses inkubasi kreatif dikenal tiga metode ampuh untuk meningkatkan hasil upaya kreatif, yaitu kemujuran (serendipity) adalah menemukan hal-hal yang tidak dicari secara kebetulan dan cerdik. Keserentakan (synchronicity), berarti sedang dalam mencari ide dan secara tidak sengaja mengalami suatu kejadian atau rangkaina kejadianyang tepat untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Kekacaubalauan (chaos), yaitu suatu tipuan semesta atau keserentakan yang tidak terjelaskan, ide muncul pada saat-saat ganjil.

  1. Tahap Pencerahan

Tahap pencerahan ialah saat inspirasi sebuah gagasan baru muncul dalam piiran seakan-akan dari ketiadaan muncul jawaban baru yang jitu. Sangat dipentingkan sikap santai untuk mendorong tahap inkubasi dan pencerahan.

  1. Tahap Pelaksanaan/Pembuktian

Tahap menghimpun dana, merencanakan suatu kegiatan hingga menguji gagasan tersebut. Ada yang berhasil cepat, ada yang sangat lambat bahkan memakan waktu bertahun-tahun bahkan ada yang tidak berhasil. Pada tahap ini, terjadi penyempurnaan ataupun pengujian terhadap ide yang baru sehingga dapat dilaksanakan.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/