Kendala dalam pengembangan kreativitas

Dalam mengembangkan dan mewujudkan potensi kreatifnya, seseorang dapat mengalami berbagai hambatan, kendala, atau rintangan. Menurut Shallcross (1985) mengolongkan kendala atau rintangan dalam menggunakan potensi kreatif ke dalam:

  1. Kendala historis

Ditinjau secara historis ada kurun waktu tertentu yang merupakan puncak kejayaan kreativitas dan sebaliknya pula ada kurun waktu tertentu yang tidak menunjang bahkan menghambat pengembangan kreativitas perorang maupun kelompok.

  1. Kendala biologis

Beberapa pakar menekankan bahwa kemampuan kreatif merupakan ciri herediter, sementara pakar lainnya percaya bahwa lingkungan menjadi faktor penentu utama.

  1. Kendala fisiologis

Seseorang yang mengalami kendala faali karena terjadi kerusakan otak yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan maupun mereka yang memiliki keterbatasan fisik dapat menghambat untuk mengungkapkan kreativitasnya.

  1. Kendala sosiologis

Lingkungan sosial merupakan faktor utama yang menentukan kemampuan kita dalam pengembangan kreatif. Bila tidak diarahkan dan didukung maka hasilnya tidak akan baik.

  1. Kendala psikologis

Hal ini dikarenakan hampir semua orang telah membentuk persepsi diri bahwa diri mereka tidaklah kreatif. Keyakinan sepert ini yang membuat mereka susah dan tidak berkembang dari segi kreativitas.

  1. INOVATIF

Pengertian Inovatif

Inovatif adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. orang atau wirausahawan yang slalu berinovasi, maka ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang inovatif.

  1. Ciri-Ciri Inovatif
  2. Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.
  3. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar Orsinalitas dan kebaruan.
  4. Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-gesa, namun keg-inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
  5. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: