Fatanah (Cerdas)

   Fatanah (Cerdas)

   Fatanah (Cerdas)

Cerdas adalah atribut penting lainnya dari kenabian. Dalam konteks ini, kecerdasan ini mengandung makna khusus : suatu perpaduan dari kekuatan penalaran, kecerdasan, intelegensi, penilaian yang sehat, dan kebijaksanaan yang jauh melebihi kemampuan manusia biasa melalui kekuatan pemahaman yang tinggi. Ia mencakup dan memadukan semua kemampuan manusia, entah itu dari hati, jiwa atau pikiran.

            Selain itu, ada pula sifat-sifat mustahil bagi nabi, diantaranya:

  1.  Kidzib (dusta)

 Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan umatnya.

  1.  Khiyaanah (berkhianat atau curang)

 Tidak mungkin seorang rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi seorang yang munafik.

  1.  Kitmaan (menyembunyikan)

Semua ajaran yang disampaikan oleh para rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

  1.  Balaadah (bodoh)

Seorang rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil rasul memiliki sifat bodoh.

BAB III

PENUTUP

  1.  Kesimpulan

Kesimpulan pada makalah ini adalah:

  1.  Nabi lahir pada tanggal 12 Rabiul awal bertepatan dengan 20 April, 571 tahun setelah kelahiran Nabi Isa as dan merupakan anak dari pasangan Abdullah dan Aminah. Rasulullah memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul-Muth­thalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf, bin Qushay, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka’b, bin Lu’ay, bin Gha­lib, bin Fihr, bin Malik, bin An-Nadhr, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma’ad, bin Adnan. bin Add bin Humaisi’, bin Salaman, bin Aush, bin Bauz, bin Qimwal, bin Ubay, bin Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadlaf, bin Tha­bikh, bin jahim, bin Nahisy, bin Makhy, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Ad-Da’a, bin Harridan, bin Sinbar, bin Yatsriby, bin Yahzan, bin Yalhan, bin Ar’awy, bin Aidh, bin Daisyan, bin Aishar, bin Afnad, bin Aiham, bin Muqshir, bin Nahits, bin Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwadhah, bin Aram, bin Qaidar, bin Isma’il Alaihi-Salam, bin Ibrahim Alaihi-Salam bin Tarih, bin Nahur, bin Saru’ atau Sarugh, bin Ra’u, bin Falakh, bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin Sam, bin Nuh Alaihi-Salam, bin Lamk, bin Mutwashyalakh, bin Akhnukh atau ldris Alaihis-Salam, bin Yard, bin Mahla’il bin Qainan, bin Yanisya, bin Syits Alaihi-Salam, bin Adam Alaihis-Salam.  Ia memiliki 11 orang istri dan 8 orang anak.

Baca Juga :

https://dolanyok.com/tukangkonten/