Artikel ini akan membahas beberapa langkah untuk mencegah coronavirus di lingkungan sekolah. Langkah apa yang bisa Anda ambil? Lihat penjelasan di bawah ini.

Virus Corone, atau yang kita kenal sebagai COVID-19, telah menyusup ke Indonesia. Ketika Presiden Djokovic mengumumkannya pada awal Maret, lebih dari 30 orang positif terkena virus ini. Tidak ada keraguan bahwa beberapa pengalaman panik. Salah satu bukti adalah kurangnya topeng yang digunakan untuk mencegah coronavirus ini.

Panik adalah hal yang wajar. Jika panik menjadi berlebihan, itu menjadi tidak wajar. Selain itu, guru menjadi panutan bagi setiap siswa di sekolah. Penyebaran COVID-19 perlu ditangani dengan kebijaksanaan dan pemikiran yang jernih. Upaya mungkin harus dilakukan untuk mencegah COVID-19 di lingkungan sekolah.

Sekolah harus siap mengantisipasi penyebaran virus sebagai tempat interaksi antara guru dan siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadeem Makrim, mengeluarkan Surat Edaran 3 pada tahun 2020 tentang pencegahan COVD-19 di unit pendidikan. Kami kemudian merangkum 5 langkah pencegahan yang dapat Anda ambil di sekolah yang Anda ajar.

1. Cuci tangan Anda

Cegah korona agar tidak mencuci tangan

(Sumber: ceritamedan.com)

Langkah awal dan sederhana adalah mencuci tangan secara teratur. Bapak / Ibu guru dapat berkoordinasi dengan petugas kebersihan sekolah untuk memastikan ketersediaan sabun tangan. Selain itu, siswa harus didorong untuk mencuci tangan lebih sering. Ingatlah bahwa siswa kadang-kadang lupa untuk membersihkan tangan setelah sarapan di kantin atau setelah kegiatan lainnya.

2. Bersihkan ruangan dan sekitarnya

Lingkungan yang bersih untuk mencegah mahkota

(Sumber: sumsel.kemenag.go.id)

Jika titik-titik di kelas dilakukan secara teratur setiap pagi atau setelah selesainya kegiatan belajar dan belajar, tidak ada salahnya menjaga jadwal kerja mingguan untuk setiap kelas atau tingkat. Bersihkan ruang depan ruang kelas, ke halaman sekolah, selama 15-30 menit, dan selain mengaktifkan para siswa, mereka juga harus memperkuat daya tahan mereka.

3. Tidak ada izin sederhana

Kiat untuk mencegah coronavirus

(Sumber: radarsumsel.com)

Beberapa sekolah masih merekomendasikan agar staf, guru, atau siswa datang meskipun ada gejala penyakit. Dengan adanya COVID-19, staf, guru, atau siswa dengan gejala COVID-19 yang umum (biasanya demam, batuk, pilek, dan flu) dapat dibebaskan dari aturan ketidakhadiran sementara masih diberikan izin. (Surat bantuan dari dokter) jika perlu.

Baca juga: Jika Corona curiga atau positif di sekolah, pedoman untuk menyelesaikannya

4. Tunda melakukan kegiatan di luar ruangan yang mengumpulkan banyak orang

Cara mencegah mahkota bagi siswa

(Sumber: pakettourbelitung.org)

Sudahkah guru mengatur perjalanan studi dengan siswa di banyak tempat? Lebih baik jika eksekusi ditunda. Beberapa pemerintah daerah di Indonesia juga meninjau acara yang mempertemukan banyak orang di satu tempat.

5. Koordinasi dengan dinas kesehatan setempat / dinas kesehatan

Hentikan mahkota di sekolah

(Sumber: Tanjungpinangpos.id)

Koordinasi dengan kesehatan atau layanan kesehatan setempat harus dilakukan oleh sekolah. Jika ada orang di lingkungan sekolah yang tiba-tiba mengalami gejala umum COVID-19, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan. Dengan integrasi, semoga pekerjaan evakuasi bisa berjalan lancar dan cepat.

Nah, ada 5 langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Apakah Anda menggunakan sesuatu di mana Anda bekerja selama langkah-langkah ini?

Ruangguru berkomitmen untuk memberikan pelajaran dan pelatihan berkualitas kepada siswa. Ruangguru di tengah-tengah krisis kesehatan COVID-19 memperkenalkan pelatihan online yang ditujukan tidak hanya pada siswa tetapi juga penerimaan guru secara gratis untuk bulan depan.

Ada ratusan video dan modul pembelajaran yang mencakup keterampilan manajemen kelas, pengembangan kurikulum, implementasi pembelajaran proyek dan banyak lagi.

Baca juga: