Permasalahan Implementasi

Karena rumitnya implementasi kebijakan, kita tidak dapat mengharapkan ini dapat selesai dengan cara yang rutin. Bahkan seorang presiden tidak dapat memastikan bahwa keputusan dan perintahnya dilaksanakan dengan baik. Bahkan rasa optimisme yang luar biasa dari seorang peneliti dapat berubah menjadi ejekan kepada pihak eksekutif. Hal ini dapat digambarkan dari pernyataan “frustasi” Presiden Jimmy Carter: “Sebelum saya menjadi Presiden saya menyadari dan saya telah diperingatkan bahwa berhubungan dengan birokrasi federal merupakan salah satu masalah yang paling buruk yang harus saya hadapi. Bahkan menjadi sangat buruk setelah saya mengantisipasinya”.

Bahkan buruknya permasalahan implementasi di pemerintahan juga dicatat oleh Richard Cheney, Kepala Staf Gedung Putih di masa pemerintahan Presiden Gerald Ford: “Sebelum memasuki gedung putih, terdapat kecenderungan dari pihak luar bahwa betapa besarnya kuasa yang dimiliki oleh mereka yang menduduki gedung putih. Tetapi kenyataannya, pada saat anda telah masuk kedalamnya dan mencoba melakukan sesuatu, anda akan lebih peduli kepada ketidakleluasaan yang dimiliki dibandingkan kekuasaan yang anda miliki. Anda menghabiskan waktu dengan mengatasi halangan untuk melakukan apa yang ingin dilakukan Presiden”.

Adanya sejumlah riset yang menggambarkan seringnya terjadi kegagalan pada implementasi kebijakan publik seharusnya menjadi peringatan bagi kita untuk mengurangi ketimpangan yang basanya menjadi antara keputusan kebijakan dan pelaksanaannya. Seperti yang disimpulkan oleh Jeffrey Pressman dan Aaron Wildavsky dalam bukunya yang berjudul “Implementasi”: “Harapan normal kita terhadap sebuah program adalah seharusnya terjadi kegagalan, sehingga kita dnegan cara yang terbaik akan menyadari waktu untuk memulainya. Rencana yang ada di dunia ini bertumpuk melawan apa yang akan terjadi, sehingga diperlukan usaha yang banyak untuk menyingkirkannya. Hal yang luar biasa adalah bahwa program tersebut dapat bekerja dengan baik”.

2.2         Kurangnya Perhatian Terhadap Implementasi

Implementasi kebijakan telah memiliki prioritas rendah di antara sebagian besar dari pejabat terpilih kami. Anggota Kongres dan legislator negara, yang bertanggung jawab adalah untuk mengawasi birokrasi, sering tidak memiliki keahlian dalam administrasi untuk melakukannya secara efektif. Selain itu, legislator yang sangat sibuk. Kisaran tuntutan pada anggota Kongres sangat besar dan memperluas sebagai peran meningkat pemerintah federal. legislator negara umumnya memiliki sesi pendek di mana semua bisnis legislatif negara harus ditransaksikan, termasuk lewat anggaran. Sisa waktu, legislator warga negara primarilly mementingkan urusan pribadi mereka. anggota terpilih dari dewan kota, dewan sekolah dan badan-badan pengambilan keputusan lokal lainnya hampir selalu terlibat dalam pemerintahan secara paruh-waktu dan jarang memiliki staf pribadi yang cukup untuk membantu mereka. Banyak walikota juga bekerja paruh waktu. Semua pejabat ini secara teratur harus tunduk kepada pengawas sekolah, manajer kota, dan administrator profesional lainnya dalam hal implementasi kebijakan.

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/