Sintaksis Bahasa Indonesia

Sintaksis Bahasa IndonesiaSintaksis Bahasa Indonesia

Mengenal Sintaksis

Bahasa terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan bentuk, dan lapisan arti yang dinyatakan bentuk tersebut. Satuan bentuk dapat dibagi menjadi satuan fonologik dan gramatik. Satuan fonologik meliputi fonem dan suku kata. Satuan gramatik meliputi wacana, kalimat, klausa, frasa, kata, dan morfem. Satuan fonologik dipelajari oleh fonologi. Satuan gramatik yang berupa kata dan morfem dipelajari oleh morfologi. Satuan gramatik yang berupa kalimat, klausa, dan frasa dipelajari oleh sintaksis. Sebaliknya, satuan arti dipelajari oleh semantik. Dalam pembahasan kali ini saya hanya akan membicarakan mengenai sintaksis. Apa itu sintaksis? Pembaca dapat menemukan penjelasannya berikut.

 

Beberapa Pengertian tentang Sintaksis

Istilah sintaksis berasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis. Dalam bahasa Inggris terdapat istilah Syntax. Ada banyak pendapat para ahli tentang sintaksis.

Sintaksis adalah telaah mengenai pola-pola yang dipergunakan sebagai sarana untuk menggabung-gabungkan kata menjadi kalimat.

Sintaksis merupakan analisis mengenai konstruksi-konstruksi yang hanya mengikutsertakan bentuk-bentuk bebas.

Sintaksis merupakan bagian dari tata bahasa yang membicarakan struktur frasa dan kalimat.

Bidang Kajian Sintaksis

Berdasarkan pengertian sintaksis dapat disimpulkan bahwa bidang kajian sintaksis adalah kalimat, klausa, dan frasa. Kalimat adalah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun dan naik. Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas subjek dan predikat baik disertai objek, pelengkap, keterangan, ataupun tidak. Frasa adalah unsur klausa dan kalimat yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.

 

Kalimat

 

Kalimat merupakan salah satu objek kajian sintaksis. Kalimat adalah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun dan naik. Dalam wujud tulisan kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanya (?), atau seru (!). Dalam kalimat yang berwujud tulisan juga dapat disertakan tanda koma (,), titik dua (:), tanda pisah (-), atau spasi (_)

Kalimat merupakan dasar dari wacana. Ini berarti wacana hanya dapat terbentuk jika terdapat dua kalimat atau lebih yang membentuk suatu kesatuan.

Kalimat sebagai sebuah kesatuan tidak terbentuk dengan sendirinya. Kalimat disusun oleh beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut menduduki fungsi yang berbeda-beda. Fungsi unsur-unsur kalimat disebut fungsi sintaksis. Fungsi sintaksis kalimat ada bermacam-macam.

Beberapa Fungsi Sintaksis Unsur Kalimat

Dalam kalimat terdapat beberapa fungsi sintaksis. Fungsi sintaksis tersebut dimiliki oleh setiap unsur kalimat. Unsur kalimat merupakan satuan gramatik dapat berupa kata, frasa, atau klausa yang membentuk kalimat. Fungsi sintaksis kalimat ada bermacam-macam.

 

Subjek (selanjutnya disebut S)

Subjek dapat dicari dengan menggunakan kata tanya apa atau siapa. Subjek umumnya terletak di sebelah kiri predikat. Subjek pada kalimat aktif dapat menjadi objek jika kalimat tersebut dipasifkan. Subjek memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

 

Berupa kata benda, frasa benda, atau klausa.

Contoh:

1). Ayah  Membaca  koran  di teras

S             P             O      Ket. Tempat


Sumber: https://dosenpendidikan.id/