Predikat

Predikat (selanjutnya disebut P)Predikat

Predikat merupakan unsur yang harus ada dalam kalimat. Predikat disebut unsur inti kalimat. Unsur predikat dapat diisi oleh kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan, frasa kerja, frasa benda, frasa sifat, atau frasa bilangan.

Contoh:

Aditya sedang membaca buku

S          P              O

(P merupakan frasa kata kerja)

 

Ayahnya seorang dokter

S                 P

(P merupakan frasa benda)

 

Fitria pintar sekali

S             P

(P merupakan frasa sifat)

 

Adiknya  dua

S           P

(P merupakan kata bilangan)

 

Objek (selanjutnya disebut O)

Objek terletak setelah predikat. Objek merupakan unsur yang dapat hadir atau tidak. Objek wajib hadir dalam kalimat transitif. Dalam kalimat intransitif objek tidak diperlukan. Objek dalam kalimat aktif akan menjadi subjek dalam kalimat pasif. Objek dapat berupa kata benda atau frasa benda.

Contoh:

Andi mengunjungi Pak Rustam

S               P                   O

(Pak Rustam sebagai objek dalam kalimat aktif)

 

Pak Rustam dikunjungi Andi

S                  P            O

(Pak Rustam sebagai subjek dalam kalimat pasif)

 

Objek dibedakan menjadi objek penderita dan objek pelaku. Objek penderita adalah objek yang dikenai pekerjaan. Objek ini selalu ada dalam kalimat aktif. Dalam kalimat pasif objek ini dapat berubah menjadi subjek.

Contoh:

Amin meletakan buku di meja tulis

S           P             O     Ket. tempat

(O sebagai penderita yang diletakan)

 

Ibu menasihati Hasan agar rajin belajar

S         P               O              Pel

(O sebagai penderita yang dinasihati)

 

Objek pelaku merupakan objek yang melakukan perbuatan. Objek pelaku terdapat dalam kalimat pasif.

Contoh:

Buku diletakan Amin di meja tulis

S            P          O      Ket. tempat

(O sebagai pelaku yang meletakan)

 

Hasan dinasihati Ibu agar rajin belajar

S            P          O            Pel.

(O sebagai pelaku yang menasihati)

 

Pelengkap (selanjutnya disebut Pel.)

Pelengkap disebut juga komplemen. Pelengkap pada dasarnya mirip dengan objek sehingga orang sering mencampur adukan pengertian objek dan pelengkap. Objek dan pelengkap sama-sama terletak di belakang predikat. Objek dapat berupa kata benda atau frasa benda. Namun, objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif, sedangkan pelengkap tidak

Contoh:

Fikri berdagang barang elektronik (berterima)

S           P                     O

Barang elektronik didagang Fikri (tidak berterima)

S                         P          O

Berikut ini disajikan persamaan objek dan pelengkap.

Objek

Pelengkap

Berwujud kata benda, frasa benda, atau klausa

Berwujud frasa benda, frasa kerja, frasa sifat, frasa depan, atau klausa.

Berada langsung di belakang predikat

Berada langsung dibelakang predikat jika tidak ada objek dan dibelakang objek jika objek hadir dalam kalimat

Dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.

 

Tidak dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif

Dapat diganti dengan pronominal –nya

Tidak dapat diganti dengan –nya kecuali bergabung dengan preposisi selain di, ke, dari, dan akan

 

Keterangan

Keterangan merupakan fungsi sintaksis yang paling mudah berpindah tempat.Keterangan dapat berada di akhir, di awal, atau ditengah kalimat. Kehadiran keterangan dapat bersifat manasuka atau dapat ada atau tidak dalam kalimat. Keterangan dapat berupa frasa benda, frasa kerja, frasa sifat, atau frasa depan.

Contoh:

  1. Fahri memotong rambutnya dengan gunting

S           P                   O              Ket. Cara

  1. Dengan gunting Fahri memotong rambutnya

Ket. Cara          S             P                O

  1. Fahri dengan gunting memotong rambutnya

S               Ket. Cara             P                    O

 

Keterangan dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  1. Keterangan tempat
  2. Keterangan waktu
  3. Keterangan alat
  4. Keterangan tujuan
  5. Keterangan cara
  6. Keterangan penyerta
  7. Keterangan perbandingan/kemiripan
  8. Keterangan sebab, dan
  9. Keterangan kesalingan

Sumber: https://gurupendidikan.org/