Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk BertingkatKalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas klausa yang tidak sederajat. Keudukan klausanya tidak sama. Ada klausa yang menjadi induk kalimat, ada klausa yang menjadi anak kalimat.

Contoh:

Budi menaiki tangga dengan hati-hati agar tidak jatuh.

Penjabaran kalimat tersebut:

Budi menaiki tangga dengan hati-hati agar tidak jatuh.

– Budi menaiki tangga dengan hati-hati  (induk kalimat)

– (agar) tidak jatuh. (anak kalimat)

 

Kalimat majemuk dapat diubah susunannya dengan menempatkan anak kalimat mendahului induk kalimat. Penulisan kalimat tersebut ditandai penggunaan tanda koma (,) setelah anak kalimat.

 

Perhatikan pengubahan kalimat berikut!

Agar tidak jatuh, Budi menaiki tangga dengan hati-hati.

Kalimat majemuk bertingkat juga ditandai dengan penggunaan kata penghubung. Setiap kelompok kata penghubung menandai makna yang berbeda. Berikut ini kelompok kata penghubung yang dimaksud beserta makna yang ditimbulkannya.

Makna Waktu

Kata penghubung yang digunakan yaitu semenjak, sedari, sejak, sewaktu, tatkala, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, ketika, setelah, sebelum, sesudah, susai, begitu, dan sehabis.

Contoh pemakaiannya dalam kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Semenjak di TK, aku ikut nenekku.
  2. Sedari di TK, aku ikut nenekku.
  3. Sejak di TK, aku ikut nenekku.

Kata penghubung yang menyatakan “waktu permulaan” meliputi semenjak, sedari, dan sejak.

Kata penghubung yang lain yaitu kata penghubung yang menyatakan “waktu bersamaan” meliputi; sewaktu, tatkala, ketika, seraya, sambil, selagi, sementara, dan selama.

Kata penghubung yang menyatakan “waktu berurutan” meliputi; setelah, sebelum, begitu, sesudah, dan seusai.

 Makna Syarat

Contoh:

  • Beliau pasti senang jikalau karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang seandainya karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang andaikata karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang andaikan karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang asalkan karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang kalau karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang apabila karyanya dihargai.
  • Beliau pasti senang bilamana karyanya dihargai.

Kata bercetak miring dalam kalimat tersebut merupakan kata penghubung yang menyatakan “syarat”. Dalam kalimat, delapan penghubung tersebut dapat saling menggantikan.

Makna ‘Tujuan’

Kalimat mejemuk bertingkat dengan makna ‘tujuan’ ditandai dengan kata penghubung agar, biar, dan supaya. Perhatikan penggunaannya dalam kalimat berikut!

  1. Jembatan itu diperbaiki agar lalu lintas lancar.
  2. Jembatan itu diperbaiki supaya lalu lintas lancar.
  3. Jembatan itu diperbaiki biar lalu lintas lancar.

Kata penghubung untuk menyatakan tujuan meliputi agar, biar dan supaya.

Makna ‘Konsesif’ (menyatakan kondisi yang berlawanan)

Kalimat majemuk bertingkat dengan makna ‘konsesif’ menggunakan kata-kata penghubung seperti pada contoh kalimat berikut;

Luna tetap pergi walaupun hujan turun sangat deras.

Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun. Kata penghubung lain untuk menyatakan kondisi berlawanan meliputi walau, kendati, kendatipun, meski, meskipun, dan sungguhpun.


Baca juga:

Predikat (selanjutnya disebut P)

Sintaksis Bahasa Indonesia

Kebijakan Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional