Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas

Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas

Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas

Negara Kalah Menghadapi Arogansi Minoritas

Proses hukum dalam kasus GKI Yasmin sebenarnya telah selesai. Tetapi, mereka tetap ngotot dan terus-menerus melakukan penyesatan opini yang didukung oleh media massa yang pro mereka. Pemkot Bogor, bahkan Gubenur Jabar, Mendagri, Menag, Menkopolhukam hingga Presiden pun terus-menerus menjadi bulan-bulanan mereka. Tingkah mereka semakin menjadi-jadi setelah mendapatkan dukungan dari segelintir umat Islam yang berhasil mereka pengaruhi, seperti HMI, GP Anshor hingga PBNU termasuk kalangan Islam Liberal. Mereka semakin besar kepala setelah mendapat kunjungan Waligereja Dunia.

Aneh sekali, negara yang dihuni mayoritas Muslim ini justru seolah-olah tidak berdaya menghadapi arogansi mereka. Mereka terus-menerus menteror warga dan umat Islam, termasuk juga negara, dengan memperagakan peribadatan ilegal di jalanan, yang jelas-jelas mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat, tetapi negara tidak berkutik. Para penguasa di negeri ini mengkhawatirkan citra mereka, karena opini yang mereka galang, dicap dzalim, tidak toleran dan menindas kaum minoritas.

Kekalahan negara inilah yang sebenarnya membuat mereka besar kepala. Selain negara kalah, mereka juga merasa kuat karena mendapatkan dukungan media massa. Opini media sengaja dibentuk sedemikian rupa agar berpihak kepada mereka. Dengan cara itulah, mereka menggalang dukungan termasuk dari kalangan umat Islam. Melalui penyesatan inilah, mereka berhasil mengadu domba umat Islam. Ironisnya, ada ormas-ormas Islam yang merasa gagah dan terhormat membela mereka. Sama sekali tidak merasa malu kepada umat Islam, apalagi malu kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/