PERPAJAKAN ADALAH

PERPAJAKAN ADALAH

PERPAJAKAN ADALAH

PERPAJAKAN ADALAH

 A.    PENGERTIAN PAJAK

Pajak adalah iuran rakyat kepada negara, digunakan untuk membiayai pengeluaran negara, dipungut berdasarkan perundang-undangan, tidak ada imbalan secara langsung, pembayaran bersifat wajib sehingga pembayarannya dapat dipaksakan, dan dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus.

B.     FUNGSI PAJAK

Pemerintah memiliki beberapa sumber penerimaan, berbagai sumber penerimaan pemerintah saat ini adalah: pajak, laba badan usaha milik negara (BUMN), dan penerimaan dari sumber daya alam misalnya minyak dan gas bumi. Saat ini penerimaan utamanya berasal dari pajak. Jadi dalam hal ini pajak berfungsi sebagai sumber penerimaan negara. Lebih lanjut ada 3 fungsi pajak, yakni:

  1. Sumber penerimaan negara
  2. Pengatur kegiatan ekonomi
  3. Mengurangi ketimangan pendapatan

Orang akan membayar pajak penghasilan menurut besar kecilnya penghasilan. Orang yag berpenghasilan tinggi akan membayar pajak lebih besar daripada yang berpenghasilan rendah. Bahkan orang yang berpenghasilan rendah akan mendapat subsidi, misalnya subsidi pembelian beras untuk masyarakat miskin yang disebut dengan program raskin. Dalam hal ini pajak berfungsi sebagi alat untuk membantu mengurangi ketimpangan pendapatan.

C.    PENGGOLONGAN PAJAK

Dasar penggolongan bisa beraneka ragam namun penggolongan yang paling umum biasanya mendasarkan pada pihak yang menarik pajak dan cara pembebanan pajaknya.

1.      Penggolongan berdasarkan pihak yang menarik pajak

  1. Pajak Pusat, pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh jenis pajak ini Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  2. Pajak Daerah, Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Contoh jenis pajak ini adalah Pajak Reklame, Pajak Hiburan, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Pemanfaatan Air Tanah, Pajak Penerangan, dan lain-lain. Pajak daerah ini dapat merupakan pajak yang dipungut oleh Daerah Tingkat I Provinsi (misalnya Pajak Bumi dan Bangunan). Dan pajak yang dipungut Daerah Tingkat II Kabupaten Kota yaitu Pajak Hiburan, Pajak reklame, Pajak Penerangan dan Pajak Kendaraan Bermotor.

2.      Berdasarkan cara pembebanan pajak

  1. Pajak Langsung, jenis pajak yang langsung ditanggung oleh wajib  pajak dan beban pajak tidak bisa dilimpahkan ke pihak lain. Contoh jenis pajak ini adalah Pajak Penghasilan dan Pajak Bumi dan Bangunan.
  2. Pajak Tidak Langsung, pajak yang bebannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Contoh jenis pajak ini adalah PPN dan PPnBM. Dalam kedua jenis pajak ini yang seharusnya menanggung pajak adalah produsen atau penual tetapi kemudian dialikan pada konsumen dengan cara menaikkan harga jual.

3.      Menurut Sifatnya

  1. Pajak Subjektif, pajak yang berkaitan dengan subyek pajak atau wajib pajak, misalnya Pajak Penghasilan.
  2. Pajak Objektif, pajak yang berkaitan dengan obyek pajaknya misalnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/