PENGERTIAN PERNIKAHAN MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN PERNIKAHAN MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN PERNIKAHAN MENURUT PARA AHLI

Menurut Sajuti Thalib

perkawinan adalah suatu perjanjian suci kuat dan kokoh untuk hidup bersama secara sah antara seorang laki-laki dengan seorang wanita membentuk keluarga yang kekal, santun menyantuni, kasih-mengasihi, tentram dan abadi.

Menurut Imam Syafi’i, nikah ialah suatu akad yang dengannya menjadi halal hubungan seksual antara pria dengan wanita.

Menurut Prof. Muhammad yunus dalam bukunya, hukum perkawinan dalam islam nikah artinya hubungan seksual (setubuh) beliau mendasarkan pendapatnya itu kepada Hadits Rasul yang berbunyi: Dikutuki Allah yang menikah (setubuh) dengan tangannya (onani). (rawahul Abu Daud).

Menurut Prof. Dr. Hazairin, S.H. dalam bukunya hukum kekeluargaan Nasional mengatakan inti perkawinan itu adalah hubungan seksual. Menurut beliau tidak ada nikah (perkawinan bilamana tidak ada hubungan seksual anatara suami-istri, maka tidak perlu ada tenggang waktu menunggu (iddah) untuk menikahi lagi bekas istri itu dengan laki-laki lain.

Menurut UU No 1 Tahun 1974 (Pasal 1), perkawinan itu ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Prof. Ibrahim Hosein, nikah menurut arti asli dapat juga berarti akad dengannya menjadi halal hubungan kelamin antara pria dan wnita, sedangkan menurut lain aialah bersetubuh (Syafi’i).


Sumber: https://youtubers.id/heroes-of-camelot-apk/