Inggris temukan Biomarker pendeteksi depresi dini

Inggris temukan Biomarker pendeteksi depresi dini

Inggris temukan Biomarker pendeteksi depresi dini

Inggris temukan Biomarker pendeteksi depresi dini

Ilmuwan otak Inggris telah mengidentifikasi Biomarker pertama atau signpost

biologis, dalam mendeteksi depresi. Menurut mereka teknologi ini bisa membantu menemukan anak laki-laki, khususnya yang berisiko mengalami penyakit mental.

Dilansir dari Reuters, Kamis (20/2/2014), dalam sebuah studi jurnal Prosiding

National Academies of Science (PNAS), tim peneliti menemukan bahwa remaja laki-laki yang memiliki kombinasi gejala depresi dan tingkat hormon stres kortisol hingga 14 kali, lebih mungkin mendapatkan depresi berat dibandingkan dengan mereka yang tidak menunjukkan gejala tersebut.

Temuan ini menunjukkan, remaja di masa mendatang dapat menyaring sinyal tersebut dan mereka yang berisiko tinggi dapat dibantu mengembangkan strategi dan “kebugaran otak” guna terhindar dari depresi.

Baca Juga:

Perkembangan Cepat AI dan IoT Paksa Perusahaan Bertransformasi
Alat Sterilisasi Alkohol Bisa Hancurkan Lapisan Luar Virus

“Depresi merupakan salah satu beban global yang terbesar dari penyakit. Itu adalah

masalah yang jauh lebih besar dari penyakit jantung atau kanker dan jauh lebih mahal,” ujar Barbara Sahakian, profesor di Universitas Cambridge, Neuropsikologi.

sumber :

https://teknosentrik.com/