PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo

PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo

PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo

PERMODELAN ANALISIS, oleh Lakstyo

APAKAH PERMODELAN ANALISIS ITU
Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas pemodelan yang membawa kepada suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi dan representasi desain yang komprehensif bagi perangkat lunak yang akan dibangun. Model, analiss sebenarnya merupakan serangkaian model, merupakan representasi teknisyang pertama dari system. Elemen-elemen dari model analisis dapat digambarkan seperti gambar 1 disamping. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

lax1
[gambar 1]

► Entity Relationship Diagram (ERD) : Menggambarkan hubungan antara objek data.
► Data Flow Diagram (DFD) :
§ Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditranformasi pada saat data bergerak melalui sistem
§ Menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub fungsi) yang mentranformasi aliran data.
► State Transition Diagram (STD) :
Menunjukkan bagaimana sistem bertingkah laku sebagai akibat dari kejadian eksternal.
► Dekripsi setiap fungsi yang disajikan pada DFD diisikan dalam sebuah spesifikasi proses / process specification (PSSPEC)
► Informasi tambahan mengenai aspek kontrol dari perangkat lunak diisikan dalam Control Specification (CSPEC)
Namun dalam pembahasan kali ini hanya akan dijelaskan Data Flow Diagram secara detail. Mengingat luas-nya materi pembahasan mengenai permodelan analisis, dan diharapkan dengan spesifik-nya materi pembahasan, pembaca diaharapkan dapat memahami dengan baik mengenai Data Flow Diagram.

WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM a.ka DIAGRAM ALIRAN DATA?
DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan tranformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output.
DFD juga dikenali sebagai grafik aliran data atau bubble chart. Bentuk dasar dari suatu aliran data sebagai beikut:
lax2
[gambar 2]

DFD dapat digunakan untuk menyajikan sebuah system atau perangkat lunak pada setiap tingkat abstaksi. DFD dapat dipartisi ke dalam tingkat-tingkat yang merepresentasikan aliran informasi yang bertambah dan fungs ideal.
DFD tingkat 0, yang disebut juga dengan model sistem fundamenatasi atau model konteks, merepresentasikan seluruh elemen sistem sebagai sebuah bubble tunggal dengan data input dan output yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan. Proses tambahan (bubble) dan jalur aliran informasi direpresentasikan pada saat DFD tingkat 0 dipartisi untuk mengungkap setail yang lebih. Contohnya, sebuah DFD tingkat 1 dapat berisi lima atau enam bubble dengan anak panah yang saling menghubungka. Setiap proses yang direpresentasikan pada tingkat 1 merupakan subfungsi dari seluruh sistem yang digambarkan di dalam model konteks.

Prosedur atau konsumer informasi yang ada di luar bound sistem untuk dimodelkan

Sumber : https://forbeslux.co.id/