Serigala dan Kuda (Yunani)

“Hmm, sepertinya daging kuda itu sangat lezat,” ucap Serigala, saat ia sedang memperhatikan Kuda di padang rumput.

Sudah lama Serigala ingin mencicipi daging Kuda. Tapi, ia belum memiliki cara yang tepat.

Kuda memiliki tubuh yang lebih besar darinya, sehingga akan sulit memangsa Kuda. Tidak seperti hewan kecil lainnya yang biasa ia mangsa.

“Ah, aku punya ide. Aku menyamar saja menjadi dokter. Saat ia lengah, aku akan memangsanya,” gumam Serigala.

Tanpa membuang waktu, Serigala langsung menghampiri Kuda.

“Hai, Kuda. Tampaknya engkau sedang lesu. Wajahmu pucat dan ponimu berantakan,” sapa Serigala.

Melihat Serigala menyapanya, Kuda heran.

Tidak biasanya Serigala menyapanya.

“Apa engkau sedang sakit?” lanjut Serigala, Seketika, Kuda mencium gelagat buruk dari Serigala. Pasti Serigala memiliki maksud jahat kepadanya.

“Benar sekali, Serigala. Kakiku pegal-pegal, karena kemarin aku baru mendaki bukit,” ucap Kuda. Ia sengaja berbohong untuk menipu Serigala.

“Kebetulan sekali, aku bisa menyembuhkan berbagai penyakit,” ujar Serigala.

Ia pun ikut berbohong demi bisa memangsa Kuda.

“Kalau begitu, periksalah kakiku,” pinta Kuda.

Serigala pun tersenyum senang, karena rencananya berjalan lancar. Ia berjalan ke belakang Kuda. Ia berniat akan menggigit kaki Kuda saat sedang memeriksa Kuda.

Olala, ketika Serigala baru memegang kaki Kuda, tiba-tiba Kuda menendang Serigala. Alhasil, Serigala pun terpental jauh, Ia meraung kesakitan.

“Kenapa kamu menendangku?” tanya Serigala, marah.

“Jangan kira aku tak tahu rencanamu, Serigala! Kamu ingin memangsaku, bukan? Sekarang, pergilah dari hadapanku, sebelum aku memanggil kawananku untuk menendangmu!” seru Kuda, menakuti Serigala.

Serigala sungguh ketakutan. Tendangan dari satu kuda saja sudah membuatnya sangat kesakitan, bagaimana jika banyak kuda yang menendangnya? Ia pun lari tunggang langgang.

Akhirnya, Serigala tak berniat lagi memangsa Kuda. Ia sadar, itu hanya akan membuatnya celaka. Lebih baik ia memangsa hewan-hewan kecil saja.

Sementara itu. Kuda bisa hidup tenang tanpa gangguan Serigala. Ia pun kembali memakan rumput hijau di padang rumput.

Hikmah yang dapat dipetik dari fabel dongeng hewan Serigala dan Kuda adalah niat jahat hanya akan mendatangkan celaka. Berbuatlah kebaikan agar kamu mendapat kebaikan pula.

Baca Juga :