Banjir Tak Surutkan Semangat Belajar

Banjir Tak Surutkan Semangat Belajar

Banjir Tak Surutkan Semangat Belajar

Banjir Tak Surutkan Semangat Belajar

BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung sejak satu pekan terakhir menyebabkan Sungai Citarum meluap dan membuat banjir di pemukiman warga di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Hingga kinim, berdasar pantauan Jabar Ekspres, puluhan desa di tiga kecamatan tersebut masih terendam banjir dengan ketinggian antara 50cm hingga 2 meter.

Selain memutuskan akses lalu lintas, kegiatan layanan publik dan pendidikan pun terpaksa dipindahkan. Ratusan siswa di SDN VII, X, SDN Bojongasih, dan SDN 1 Andir Baleendah harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tempat pengungsian sejak sepekan lalu. Namun demikian, semangat belajar anak-anak tak pernah surut.

Menurut pantauan, terlihat dengan jumlah siswa yang banyak dan ruangan yang kecil membuat siswa harus berdesak-desakan saat belajar.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, sekaligus sebagai Sekertaris Komisi D Dadang

Supriatna mengatakan, terkait banjir yang merendam sejumlah sekolah, pihaknya akan terus berupaya melakukan kontrol dan usulan kepada pemerintah. Dia menginginkan ada penanganan secara serius, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Bandung dalam hal penanganan banjir.

”Secara lokalnya Dinas Pendidikan harus secara cepat mengambil langkah langkah agar KBM tidak terganggu dan segera melakukan penanganan sekolah yang terendam banjir,” kata Dadang saat wawancara kemarin (3/3).

Dadang pun mengungkapkan, penanganan awal, para siswa harus ada tempat untuk belajar yang tidak banjir dan layak, baik di sekitar pengungsian atau di suatu gedung.

Selain itu, katanya, sekolah yang terkena banjir harus segera di relokasi pada lokasi yang terbebas dari banjir, supaya KBM tidak selalu terganggu, karena lokasi langganan banjir terseut tidak akan bisa teratasi pada musim banjir. Selama belum ada penanganan secara konfrehensif, secara makro.

”Artinya masalah banjir pasti bakal terus datang setiap musim banjir dan akan terus

menganggu kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pihak pemerintah harus secepatnya memberikan solusi terhadap sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Dayeuhkolot, Asep Hidayat mengatakan, meskipun kantor desa terendam banjir, namun pelayanan publik terhadap masyarakat terus berjalan. Sebab, di wilayah Dayeuhkolot banyak warga yang bekerja di Pabrik. Namun mereka kebanyakan rumahnya terendam banjir.

”Meskipun banjir, pelayanan publik terus berjalan, karena banyak masyarakat yang

bekerja di pabrik meminta surat tidak masuk kerja karena rumahnya terendam banjir dan masih banyak juga yang membuat KTP dan sebagainya. Oleh karena itu, meskipun banjir kami masih tetap buka,” paparnya

 

Baca Juga :