Bahaya Tas Punggung untuk Anak-Anak

Penggunaan tas punggung oleh anak-anak relatif baru, dibuka sekitar empat dasawarsa yang lalu. Sebelumnya, pemakaian tas punggung atau tas ransel melulu seputar dunia militer atau pekerjaan outdoor saja. Setelah itu, tas punggung mulai mendominasi sebagai wadah penampung kitab untuk perjalanan mengarah ke dan dari sekolah, menggeser faedah dan popularitas tali atau sabuk sebagai pengikat, pun tas jinjing dan koper.

Hal ini terjadi sebab tas punggung menawarkan kepraktisan dan kelincahan, dua urusan yang identik dengan anak-anak. Tapi di balik tersebut juga bisa menyimpan potensi merugikan—terutama guna kesehatan si buah hati.

Bahaya Tas Punggung untuk Kesehatan Anak

Berikut ini sejumlah bahaya tas punggung untuk anak-anak yang butuh Anda perhatikan:

Postur yang Membungkuk
Bahaya tas punggung bisa menyerang tubuh pada unsur punggung dan pundak dampak beban yang berlebihan. Beban itu akan unik ke arah belakang, sampai-sampai sebagai penyeimbangnya, anak akan ingin membungkuk. Bagi jangka panjangnya, urusan ini dapat berbahaya untuk postur mereka, menilik mereka masih dalam masa pertumbuhan.

Tulang Belakang Terpelintir
Cara pemakaian yang tidak benar secara terus-menerus yang melulu menggunakan satu pundaknya akan menyebabkan penumpuan beban pada pundak, sampai-sampai menjadi tidak sebanding dan semakin lama bakal terpelintir.

Potensi Kerusakan Struktur Saraf Mikro
Amit Gefen dari Departemen Teknik Biomedis Tel Aviv University yang diterbitkan oleh Journal of Applied Physiology sesudah proses riset mengungkapkan bahwa kehancuran struktur saraf mikro di bahu bisa menimbulkan pelbagai hasil, mulai dari iritasi sederhana sampai kapasitas saraf yang berkurang akan memberi batas respon otot dari sinyal otak,

Hal tersebut akan menghambat gerakan tangan dan kelincahan jari. Konkretnya, bahaya ini berpotensi membatasi keterampilan menulis atau menggambar pada anak.

Sebenarnya, riset ini melulu menggunakan bidang militer sebagai subyeknya, bakal tetapi besok ia bakal berlanjut pada anak-anak. Dia memperingatkan mengenai bahaya tas punggung sekolah guna anak. Walaupun antara orang dewasa dan anak-anak tak dapat diserupakan persis, perbedaan fisiologis akan menyebabkan tingkat toleransi dan kehancuran yang berbeda.

Mengganggu Keseimbangan
Profesor A. Ibrahim dari Universitas Kairo yang menganalisis anak-anak dalam rentang umur 8-11 tahun menemukan benang merah bahwa tas punggung memiliki akibat negatif pada ekuilibrium anak. Ukuran hasil uji batas stabilitas mengindikasikan perubahan signifikan dalam masa-masa reaksi, kecepatan gerakan, dan kontrol arah dengan membawa tas ransel.

http://www.skyrock.com/r?url=https://www.pelajaran.co.id