Menjadi Diri Sendiri Yang Seutuhnya

Menjadi Diri Sendiri Yang Seutuhnya

Menjadi Diri Sendiri Yang Seutuhnya

Menjadi Diri Sendiri Yang Seutuhnya

Satu tanda keagungan Allah pada diri manusia adalah perbedaan pada diri manusia yang telah menciptakan manusia seindah mungkin dan sesempurna mungkin, bahkan pada diri manusia juga berbeda kemampuan atau potensinya guna meraih segala kesuksesannya kelak di hari esok.

Firman Allah: Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang yang berilmu. (QS. Al ‘ankabut :43)

Berfikir dan terus menggali kemampuan diri sendiri amatlah baik dari pada menyatukan dan merubah diri sendiri dan mengikuti gaya hidup, sifat atau ahklak orang lain, karena mengikuti orang lain adalah akan membunuh jiwa karakter diri dan menimbun kemampuan atau potensi diri sendiri.

Dalam sebuah hadist menyatakan: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata: “Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya’.” [Hadits hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan selainnya seperti itu Hadits ini shahîh (dengan beberapa syawahidnya). Diriwayatkan oleh: 1) At-Tirmidzi, no. 2317; 2) Ibnu Majah, no. 3976; 3) Al-Baghawi dalam Syarhus-Sunnah, XIV/320, no. 4132; 4) Ibnu Hibban, no. 229 – at-Ta’lîqâtul Hisân; 5) Ibnu Abid-Dunya dalam kitab ash-Shamtu (no. 108) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallah anhu.

Perlu di ketahui juga bahwa setiap insan mempunyai pandangan dan artikulasi sendiri untuk menjalani kehidupan ini. Sifat percaya diri ini sangat penting untuk menentukan arah dan tujuan pribadi dari pada mengikuti jejak orang lain yang sudah pasti akan membunuh karakter pribadi.

Dijelaskan juga dalam firman Allah; “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (QS. Al-Lail : 4).

Di dalam pendidikan kini ditekankan pengembangan kepribadian dan memperkuat sifat rasa percaya diri. Pengembangan sifat percaya diri adalah menerima dengan sepenuh hati dan memiliki kerelaan akan setiap anugrah dan pemberian Allah yang ada pada diri kita. Oleh sebab itu, kembangkanlah, tumbuhkanlah dan dapatkanlah manfaat diri sendiri. Bukankah pada diri kita terdapat tanda kekuasaan Allah?. Allah berfirman; “…dan (juga) pada dirimu sendiri (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah). Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Adz Dzaariyaat: 21)

“…Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing)…” (QS. Al Baqarah: 60)

(Di jelaskan dari potongan ayat ini bermaksud bahwa setiap insan mempunyai potensi sendiri dan tahu kemampuanya sendiri).

Bukankah juga setiap apa yang diterima oleh kita baik dan buruknya adalah sesuai kemampuan kita. Dan hanya kita sendirilah yang tau potensi diri sendiri itu. Maka kembangkanlah potensi pada diri kita. tak usah gusar atau merasa kecil hati atas apa yang Allah berikan untuk dirimu karena hal itu adalah baik dan sesuai untukmu tanpa engkau ketahui.

Allah telah berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al Baqarah: 286). “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az Zumar: 53).

Satu kenikmatan adalah sifat percaya diri ini karena jika sifat ini dikekalkan dalam hati akan membawa kedamaian kepada hati. Namun banyak orang yang hanya menirukan dan mengikuti gaya orang lain karena kurang bersyukur atas apa yang Allah berikan pada dirinya itu.

Firman Allah : ..”sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni’mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan”. (QS. Al hujurat : 17) “… Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur. (QS. Saba’: 13).

Dalam hari-hari maka tumbuhkanlah sifat keyakinan pada diri, karena itulah yang akan menyelamatkan diri kita. Kegagalan bukan milik kita, jika sifat rasa percaya diri ada didalam jiwa kita. Sesungguhnya orang akan menderita jika ia tak ingin memahami dirinya sendiri dan mencintai dirinya sendiri dari mengekalkan sifat rasa percaya diri ini. Semangat dalam meniti sifat ini akan meninggalkan satu ilmu yaitu pengajaran yang amat bermanfaat bagi diri sendiri. Juga tentunya itu lah anugrah yang terindah bagi diri sendiri.

Sumber : https://filehippo.co.id/