HAKIM-HAKIM ICC

HAKIM-HAKIM ICC

HAKIM-HAKIM ICC

HAKIM-HAKIM ICC

Enam hakim di Pengadilan Pidana Internasional (ICC: International Criminal Court atau Cour pénale internationale) mengakhiri masa tugas pada Maret 2012. Keenam hakim dimaksud adalah Bruno Cotte dari Perancis (2007-2012), Fatoumata Dembélé Diarra dari Mali (Wakil Presiden I, 2003-2012), Sir Adrian Bruce Fulford (dikenal Adrian Fulford) dari Inggris (2003-2012), Daniel David Ntanda Nsereko dari Uganda (2007-2012), Elizabeth Odio Benito dari Kosta Rika (2003-2012), dan Sylvia Helena de Figueiredo Steiner (dikenal Sylvia Steiner) dari Brasil (2003-2012). Representasi para hakim secara geografis terdiri dari Eropa Barat dan negara-negara lain sebanyak 6 orang, Afrika (5), Amerika Latin dan Karibia (4), Asia (3) dan Negara-negara Eropa Timur (2).

Ke-13 hakim lain yang tetap melanjutkan penugasannya yaitu Joyce Aluoch dari Kenya (2009-2018), Silvia Fernández de Gurmendi dari Argentina (2009-2018), Akua Kuenyehia dari Ghana (2003, 2006-2015), Sanji Mmasenono Monageng dari Botswana (2009-2018), Kuniko Ozaki dari Jepang (2009-2018), Ekaterina Trendafilova dari Bulgaria (2006-2015), Anita Ušacka dari Latvia (2003, 2006-2015), Chris Van Den Wyngaert dari Belgia (2009-2018), Song Sang-Hyun dari Korea Selatan (2003, 2006-2015 dan menjabat Presiden ke-2 sejak 11 Maret 2009), René Blattmann dari Bolivia (2003-2009), Hans-Peter Kaul dari Jerman (Wakil Presiden II, 2003, 2006-2015), Erkki Kourula dari Finlandia (2003, 2006-2015), dan Cuno Jakob Tarfusser (dikenal Cuno Tarfusser) dari Italia (2009-2018). Meskipun masa penugasan hakim René Blattmann telah berakhir pada tahun 2009, dia tetap menjalankan tugas selama persidangan terhadap Thomas Lubanga Dyilo (dikenal Thomas Lubanga). Mantan pemimpin pemberontak dan pendiri serta pimpinan Uni Patriot Kongo (UPC: Union des Patriotes Congolais atau Union of Congolese Patriots) dari Republik Demokratik Kongo (DRC: Democratic Republic of the Congo) tersebut diduga sebagai otak pelaku konflik di Ituri selama tahun 1999-2007 dan mengalami tuduhan besar terhadap pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembantaian etnis, pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, mutilasi, dan merekrut tentara anak-anak secara paksa. Hakim Blattmann ditugaskan di divisi sidang pengadilan dan duduk sebagai anggota Trial Chamber I.

Sumber : https://filehippo.co.id/