Disdik Jabar Sambut Positif Kebijakan Baru Seleksi Masuk PTN

Disdik Jabar Sambut Positif Kebijakan Baru Seleksi Masuk PTN

Disdik Jabar Sambut Positif Kebijakan Baru Seleksi Masuk PTN

Disdik Jabar Sambut Positif Kebijakan Baru Seleksi Masuk PTN

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Yesa Sarwedi Hami Seno menyambut positif kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi negeri (PTN) Tahun 2019. Menurutnya, dalam kebijakan baru tersebut, siswa lebih leluasa untuk menentukan universitas yang mereka pilih.

“Kita melihat perubahan ini positif, artinya sesuai dengan keinginan kita agar siswa memiliki keleluasaan untuk memilih universitas yang mereka pilih sesuai dengan hasil ujian mereka,” tutur Yesa saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin, 05 November 2018.

Dia juga mengatakan, pihak Dinas Pendidikan akan langsung melakukan sosialiasi

kepada sekolah-sekolah setelah ada intruksi dari pihak Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) atau badan yang memiliki wewenang perihal kebijakan tersebut. “Kalau ada intruksi dari atas dan sudah ada peraturan menterinya, kita akan segera mungkin lakukan sosialiasi ke sekolah-sekolah. Sekarang kita masih menunggu,” ucap Yesa.

Yesa pun berharap jumlah penyerasan siswa Jawa Barat ke perguruan tinggi negeri lebih meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui, Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

“Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel, serta sesuai perkembangan teknologi di era digital,” tutur Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti, Senin 22 Oktober 2018,

Beberapa kebijakan baru tersebut antara lain dibentuknya Institusi Lembaga Tes

Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang berfungsi untuk mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN dan melaksanakan Ujian Tulis berbasis komputer (UTBK) tanpa ada Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC).

Kemudian dalam proses pendaftaraan, berkebalikan dengan tahun sebelumnya,

siswa akan melakukan tes dahulu lalu mendapatkan nilai, setelah itu baru melakukan pendaftaran ke perguruan tinggi yang diminati. Kemudian siswa bisa melakukan tes dua kali dalam 24 kali pelaksaan UTBK.

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen dan Seleksi Mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/sejarah-peringatan-maulid/