Karakteristik Dinamika Kebudayaan

Karakteristik Dinamika Kebudayaan

1. Pengertian Dinamika Kebudayaan
Setiap masyarakat tentu mengalami perubahan. Perubahan itu sanggup berwujud pergantian nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku, organisasi lapisan instansi kemasyarakatan, jalinan sosial, dan sebagainya. Begitu luasnya bidang pergantian itu, agar mesti ditentukan batasan pengertian pergantian yang dimaksud.

Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah pergantian yang terjadi akibat ada ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, agar terjadi keadaan yang tidak selaras bagi kehidupan.

Definisi pergantian (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;
a. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin; Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan keadaan geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun sebab ada difusi dan penemuan baru dalam masyarakat itu.
b. Samuel Koenig; Perubahan kebudayaan menunjuk terhadap modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi itu terjadi sebab sebab-sebab internal maupun eksternal.
c. Selo Soemardjan; Perubahan kebudayaan adalah segala pergantian terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
d. Kingsley Davis; Perubahan kebudayaan adalah pergantian yang terjadi dalam struktur masyarakat.
e. William F. Ogburn; Perubahan kebudayaan mencakup unsur material ataupun nonmaterial.

Perubahan-perubahan yang terjadi terhadap masyarakat merupakan suatu tanda-tanda normal. Perubahan-perubahan yang menjalar dengan cepat dari anggota dunia satu ke dunia lain dalam suatu sistem dikenal dengan makna globalisasi. Faktor-faktor penyebab pergantian kebudayaan ada 2, yaitu segi internal dan segi eksternal. Faktor internal, yaitu segi berasal dari masyarakat itu sendiri. Adapun segi eksternal, yaitu segi berasal dari luar masyarakat.

Faktor-faktor internal penyebab pergantian kebudayaan, antara lain sebagai berikut;
Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku.
Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
Adanya pergantian dalam jumlah dan keadaan penduduk.
Faktor-faktor eksternal penyebab pergantian kebudayaan, antara lain sebagai berikut;
Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
Timbulnya peperangan.
Kontak dengan masyarakat lain.
2. Mekanisme Dinamika Kebudayaan
a. Discovery, Invention, dan Inovasi
1) Discovery
Discovery adalah penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru baik berwujud suatu alat baru maupun gagasan baru. Discovery akan menjadi invention jika masyarakat telah mengakui, menerima, dan juga menerapkan penemuan baru itu. Contohnya; listrik dan lokomotif.
Seringkali sistem discovery hingga ke invention perlu tidak hanya satu pencipta, namun urutan dari sebagian pencipta.
Beberapa segi pendorong bagi penemuan-penemuan baru dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut;
Kesadaran dari perorangan ada kekurangan dalam kebudayaan.
Kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan.
Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.
2) Invention
Penemuan baru (invention) menyebabkan pengaruh yang berbagai macam di dalam masyarakat. Suatu penemuan baru (invention) sanggup membuat perubahan-perubahan dalam bidang lain, seperti: politik, agama, pendidikan, kesenian, tradisi istiadat, dan sebagainya. Contohnya penemuan radio, TV, dan telepon. Pengaruh penemuan baru sanggup dilukiskan sebagai selanjutnya (dikutip dari buku Sosiologi suatu Pengantar: Soerjono Soekanto).

3) Inovasi
Inovasi adalah suatu sistem pembaruan dari pemanfaatan sumber-sumber alam, energi, modal, pengaturan tenaga kerja, dan pemanfaatan teknologi, yang membuat ada sistem memproduksi dan produkproduk baru. Dengan demikian inovasi perihal dengan pembaharuan kebudayaan terutama berkenaan unsur-unsur teknologi dan ekonomi. Dalam masyarakat terdapat individu-individu yang
sadar akan ada bermacam kekurangan itu dalam kebudayaan. Guna memperbaiki kekurangan muncullah penemuan-penemuan baru yang berwujud discovery maupun invention. Keinginan para pakar akan kualitas suatu masyarakat termasuk merupakan semangat terjadinya penemuan baru. Keinginan untuk meraih kualitas yang tinggi membuat para pakar senantiasa memperbaiki hasil-hasil karyanya, agar tercipta penemuan baru. Usaha untuk meraih dan menciptakan penemuan baru didorong oleh sistem perangsang, antara lain kehormatan, nama baik, kedudukan tinggi/harta benda.
Sistem inilah yang mendorong penemuan-penemuan baru dalam masyarakat Eropa, Amerika, dan bekas Uni Sovyet. Selain penemuan-penemuan baru dalam unsur-unsur kebudayaan jasmaniah atau kebendaan, terdapat pula penemuan-penemuan baru di bidang rohaniah. Misalnya ideologi baru, aliran keyakinan yang baru, sistem hukum baru, dan sebagainya. Penemuan baru selanjutnya oleh Oghburn dan Nimkoff dinamakan social invention. Sosial invention, yaitu penciptaan pengelompokan individu-individu / penciptaan tradisi istiadat baru dan perlakuan sosial yang baru.
Adapun yang terpenting dari social invention adalah akibat ada social invention terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang sesudah itu berpengaruh terhadap bidang-bidang kehidupan lainnya. Misalnya dengan dikenalkan nasionalisme terhadap awal abad ke-20 oleh masyarakat terjajah yang dulu mengalami pendidikan Barat, menyebabkan gerakan yang mendambakan kemerdekaan politik. Gerakan-gerakan itu menyebabkan instansi kemasyarakatan baru, seperti partai politik dan negara-negara baru.

b. Difusi, Globalisasi, dan Budaya Nasional
1) Difusi
Difusi adalah suatu sistem penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu kelompok ke kelompok lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan sistem selanjutnya manusia sanggup menyatukan penemuan-penemuan baru yang dihasilkan. Dengan terjadinya difusi, suatu penemuan baru yang telah diterima oleh masyarakat sanggup diteruskan dan disebarkan terhadap masyarakat luas hingga semua umat manusia terhadap akhirnya. Seluruh umat manusia sanggup menikmati kegunaan penemuan baru bagi kemajuan peradaban.
a) Jenis difusi menurut ruang lingkup terjadinya
Menurut ruang lingkup terjadinya difusi ada 2, yaitu difusi intramasyarakat dan difusi antarmasyarakat. Difusi intramasyarakat, yaitu difusi yang terjadi terhadap masyarakat itu sendiri. Adapun difusi antarmasyarakat, yaitu difusi yang terjadi antarmasyarakat yang satu dan masyarakat lain.
(1) Difusi Intramasyarakat
Difusi intramasyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut;
Suatu pernyataan bahwa unsur baru selanjutnya membawa kegunaan.
Ada tidaknya unsur-unsur yang pengaruhi diterima dan ditolaknya unsur-unsur baru.
Suatu unsur baru yang berlawanan dengan kegunaan unsur lama mungkin besar tidak akan diterima.
Pemerintah sanggup halangi difusi yang akan diterima.
(2) Difusi Antarmasyarakat
Difusi antarmasyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut;
Adanya kontak dalam masyarakat tersebut.
Kemampuan untuk mendemonstrasikan kegunaan baru tersebut.
Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut.
Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru di dunia ini.
Paksaan sanggup termasuk digunakan untuk menerima suatu penemuan baru.
b) Jenis difusi menurut cara berlangsungnya
Symbiotic adalah pertemuan antara individu-individu dari satu masyarakat dan individu-individu dari masyarakat lain, tanpa mengubah kebudayaan masing-masing.
Penetration pasifigue adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara damai dan tidak disengaja dan juga tanpa paksaan. Prosesnya sanggup terjadi secara timbal balik maupun sepihak, andaikata penyebaran agama Hindu dan Islam di Indonesia yang memperkaya kebudayaan Indonesia.
Penetration violente adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara paksaan. Cara paksaan selanjutnya sanggup berwujud penjajahan/peperangan. Negara yang menang memaksakan kebudayaan kepada negara yang kalah. Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II terjadi perubahan, yaitu masyarakat yang tadinya agraris menjadi industri di bawah Amerika Serikat.
Difusi dan akulturasi miliki persaman dan perbedaan. Persamaan difusi dan akulturasi adalah masing-masing miliki kontak. Tanpa kontak tidak mungkin keduanya sanggup berlangsung. Adapun perbedaannya yaitu difusi terjadi dalam keadaan di mana terjadinya suatu kontak tidak mesti ada secara segera dan berkelanjutan. Misalnya difusi gunakan tembakau yang tersebar di dunia. Adapun akulturasi perlu jalinan dekat, langsung, dan berkesinambungan. Proses difusi melancarkan pergantian sebab difusi itu memperkaya unsur-unsur budaya. Suatu difusi yang meliputi jarak yang panjang kebanyakan terjadi melalui suatu urutan pertemuan suatu deret suku-suku bangsa.

2) Globalisasi
Globalisasi adalah sistem terbentuknya suatu sistem organisasi dan sistem komunikasi antara masyarakat di semua dunia untuk ikuti sistem dan kaidah yang sama.
Menurut Michael Horalombos dan Martin Holborn, globalisasi adalah suatu sistem yang di dalamnya batas-batas negara luluh dan tidak penting kembali dalam kehidupan sosial.

Faktor-faktor yang mempercepat sistem globalisasi sebagai berikut;
a) Meningkatnya perdagangan internasional
Sekarang ini nyaris semua negara melaksanakan kontak perdagangan. Meningkatnya kebutuhan banyak negara untuk memasarkan produknya mendorong perdagangan internasional dewasa ini memasuki masa baru, yaitu masa pasar bebas. Era pasar bebas merupakan suatu masa di mana batas-batas negara dan peraturan-peraturan masing- masing negara tidak menjadi penghambat dalam perdagangan.

b) Kemajuan sistem komunikasi dan alat perhubungan
Komunikasi moderen melalui satelit memudahkan tiap-tiap orang terkait di negara yang berbeda. Kemajuan alat transportasi yang moderen termasuk memungkinkan orang bepergian dengan cepat dan enteng dari negara satu ke negara lain.

c) Pariwisata
Meningkatnya taraf hidup masyarakat termasuk mendorong orang melaksanakan penyegaran hidup melalui kegiatan- kegiatan wisata. Tingginya kebutuhan akan kegiatan wisata, maka peningkatan ekonomi sanggup diraih dari sektor pariwisata. Sektor ini yang membuat negaranegara di dunia membuka lebar-lebar batas negaranya bagi wisatawan asing.

Saluran-saluran globalisasi, antara lain sebagai berikut;
a) Media massa
Media massa baik cetak maupun elektronik merupakan saluran utama globalisasi. Komunikasi elektronik yang cepat dan berkembangnya teknologi percetakan jarak jauh membuat Info melalui tempat massa sanggup diperoleh dalam hitungan menit apalagi detik.

b) Pariwisata internasional
Dengan pertumbuhan pariwisata internasional, banyak orang melaksanakan perjalanan ke negara lain.

c) Migrasi internasional
Migrasi adalah pindahan masyarakat dari satu negara ke negara lain. Migrasi internasional adalah berpindahnya masyarakat dari satu negara ke negara lain. Penyebab migrasi antara lain sebab bencana alam, tekanan politik, peperangan atau pekerjaan.

3) Budaya Nasional
Budaya nasional adalah perwujudan rasa, karsa, dan karya bangsa. Wujud budaya nasional, yaitu sebagai berikut;
a) Bahasa
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia membawa kegunaan sebagai berikut;
Lambang kebanggaan nasional.
Lambang identitas nasional.
Alat pemersatu bermacam suku bangsa.
Alat penghubung antar area dan antarbudaya.
b) Seni berpakaian
Kebaya yang dipakai wanita-wanita Indonesia merupakan salah satu semisal wujud budaya nasional. Penggunaannya tidak terbatas terhadap suku, kalangan atau golongan tertentu. Jenis lain adalah batik yang membedakan orang Indonesia dan nonIndonesia.

c) Perilaku
Perilaku yang dikenal oleh bangsa asing dari bangsa Indonesia sebagai berikut;
Gotong royong.
Musyawarah mufakat.
Ramah tamah.
Toleransi.
c. Akulturasi, Sinkretisme, dan Milanarisme
1) Akulturasi
Akulturasi adalah sistem pergantian yang di dalamnya terjadi penyatuan budaya-budaya yang berbeda. Hal itu terjadi andaikata suatu unsur kebudayaan khusus dari masyarakat berhadapan dengan unsur kebudayaan dari masyarakat lain, agar unsur-unsur kebudayaan asing itu diserap ke dalam kebudayaan penerima tanpa menghalau kepribadian kebudayaan penerima. Misalnya kebudayaan Hindu memasuki kebudayaan Bali menjadi kebudayaan Hindu Bali. Unsur kebudayan Bali tidak hilang meskipun dimasuki oleh budaya Hindu.

2) Sinkretisme
Sinkretisme adalah suatu sistem terjadinya pertemuan dua buah kebudayaan dan tidak menghalau jati diri masing-masing. Sinkretisme tidak sama dengan akulturasi. Bedanya, sinkretisme tidak menghasilkan kebudayaan baru, namun kebudayaan lama mengalami penyesuaian.

3) Milanarisme
Milanarisme/mesianisme adalah suatu gerakan rakyat yang timbul atas keyakinan bahwa seorang tokoh akan berkunjung untuk membebaskan orang dari segala penderitaan/kesengsaraan. Contoh: Gerakan Ratu Adil

d. Adaptasi
Adaptasi adalah suatu sistem pergantian kebudayaan sesuai dengan lingkungan. Macam-macam sistem adaptasi sebagai berikut;
1) Adaptasi Evolusioner
Adaptasi Evolusioner adalah pergantian kebudayaan dalam masyarakat yang terjadi lama dari tingkat tinggi ke tingkat yang lebih rendah.

2) Evolusi Konvergensi
Evolusi konvergensi adalah berkembangnya adaptasi dalam keadaan lingkungan yang serupa oleh bangsabangsa dengan latar belakang kebudayaan yang terlalu berbeda.

3) Evolusi Paralel
Hampir serupa dengan evolusi konvergensi. Bedanya adalah berkembangnya adaptasi dalam lingkungan yang serupa dan dengan latar belakang kebudayan yang agak serupa pula.

4) Daerah Kebudayaan
Daerah kebudayaan atau culture area merupakan suatu gabungan yang ditunaikan oleh ahli-ahli antropologi terhadap suku-suku bangsa yang miliki kebudayaan dari sebagian unsur yang serupa dan makna yang menyolok.

5) Pola Adaptasi Kebudayaan
Pola adaptasi kebudayaan merupakan suatu pola adaptasi masyarakat agar sanggup hidup dan merawat kelangsungan keberadaannya sesuai dengan keadaan dan keadaan suatu area tertentu. Adaptasi selanjutnya ditunaikan masyarakat Indonesia melalui tahapan sebagai berikut;
Berburu dan meramu.
Menangkap ikan.
Bercocok tanam secara sederhana.
Beternak.
Bercocok tanam dengan irigasi.
e. Pembangunan dan Modernisasi
1) Pembangunan
Pembangunan adalah usaha terencana dan terarah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut ada pergantian sosial budaya sebagai pendukung kesuksesan dan menghasilkan pergantian sosial budaya. Berdasarkan batasan itu pembangunan sanggup diambil kesimpulan sebagai pergantian yang diinginkan dan direncanakan. Pembangunan merupakan sistem pergantian di segala bidang kehidupan yang ditunaikan secara sengaja berdasarkan suatu perencanaan sosial (social planning), termasuk didasarkan oleh pengertian berkenaan jalinan manusia dengan alam sekitar, jalinan golongan dengan golongan dalam masyarakat dan budaya.

2) Modernisasi
Modernisasi adalah sistem pergantian masyarakat dan kebudayaan dari masyarakat dan kebudayaan tradisional ke masyarakat dan kebudayaan moderen dalam semua segi kehidupan. Proses modernisasi mencakup sistem yang sangat
luas dan kadang kala tidak sanggup diterapkan batasbatasnya secara mutlak. Di suatu daerah, modernisasi merupakan pergantian wujud sosial-budaya yang terarah (directed planning), yang didasarkan terhadap perencanaan sosial (social planning). Dalam pergantian ini kerap terjadi disorganisasi, yaitu memudarkan / melemahkan norma-norma dan nilai-nilai lama dalam masyarakat.

3. Konsekuensi dari Mekanisme Dinamika Kebudayaan
a. Discovery, Invention, dan Inovasi
1) Discovery dan Invention
Perubahan budaya terjadi cepat dan merangsang penemuan-penemuan yang lain.
Belum diterima masyarakat andaikata tidak sesuai kebutuhan.
2) Inovasi
Teknologi makin lama maju dan juga mendatangkan kesejahteraan masyarakat dalam pemanfaatan suatu alat.
Sebaiknya makin lama maju suatu teknologi, maka makin lama canggih termasuk tingkat suatu masyarakat.
b. Difusi, Globalisasi, dan Budaya Nasional
1) Difusi
Selalu mendambakan mengadakan kontak dengan luar negeri.
Terjadinya pergantian masyarakat baik dalam kelompok kecil maupun besar.
Yang tidak miliki kontak dengan dunia luar condong susah mengatasi perubahan.
2) Globalisasi
Terjadinya kejutan budaya (culture shock).
Terjadinya ketimpangan budaya (culture lag).
c. Akulturasi, Sinkretisme, dan Milanarisme
Bisa terjadi sedikit mengalami pergantian (subsitusi).
Membentuk sistem baru yang berarti.
Dapat terjadi atau termasuk tidak terjadi pergantian (audisi).
Dapat memudarkan apalagi menghalau suatu unsur budaya yang bermakna (dekulturasi).
Dapat terjadi penolakan.
d. Adaptasi
Dapat mengubah lingkungan.
Dapat menjaga hidup.
e. Pembangunan dan Modernisasi
1) Pembangunan
Ilmu ilmu terbukti sanggup mendorong masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik.
Suatu nilai dalam masyarakat sanggup mendapatkan cipta, rasa, dan karsa manusia, berguna atau tidak berguna, benar atau salah, baik atau buruk, dan religius atau sekuler.
Terjadi pergantian dalam etos masyarakat yang tampak terhadap tingkah laku dan kegemaran-kegemaran warga masyarakat.
2) Modernisasi
Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan rutinitas yang ada.
Banyak orang bergaya hidup kebarat-baratan (westernisasi). teks eksplanasi

Demikianlah ulasan berkenaan “Karakteristik Dinamika Kebudayaan”, yang terhadap peluang yang baik ini sanggup dibahas disini. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Cukup sekian dan hingga jumpa!!!

baca juga :