Rektor Uncen Ungkap Cara Tingkatkan Perekonomian di Papua

Rektor Uncen Ungkap Cara Tingkatkan Perekonomian di Papua

Rektor Uncen Ungkap Cara Tingkatkan Perekonomian di Papua

Rektor Uncen Ungkap Cara Tingkatkan Perekonomian di Papua

Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura, Apolo Safanpo mengatakan untuk

mendorong perekonomian di Papua pada era industri 4.0 yang serba digital ini harus didukung dengan sumber daya manasia yang berkualitas.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembangunan di sektor pendidikan, namun tidak hanya sebatas melibatkan pemerintah pusat dan daerah, peran swasta juga diperlukan karena semakin ke depan tantangan yang dihadapi akan semakin besar juga.

“Jadi tidak bisa berpuas diri, apa yang yang dilatih harus upgrade baik kapasitas,

kualitas dan kuantitas tenaga pendidikan maupun sarana prasarana pendidikan,” jelas Apolo saat mengikuti acara diskusi “Special Dialogue: Papua Saat Ini” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/11).

Jumlah penduduk Papua pada tahun 2017 sekitar 3,5 juta jiwa dengan 361 ribu merupakan usia kelompok 19-24 tahun yang merupakan usia kuliah. Universitas Cenderawasih di Jayapura hanya dapat menampung 24 ribu mahasiswa dan beberapa perguruan tinggi swasta dapat menampung 9 ribu mahasiswa.
Baca juga : Meski Berpuasa, TNI Di Papua Bantu Bangun Pagar Gereja

“Itu berarti hanya 8%, jadi ada 92% anak-anak Papua usia kuliah tidak tahu ke mana, mungkin mereka sedang kuliah di luar negeri, mungkin di luar Papua, atau bahkan sedang tidak dapat kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Karena berbagai kendala, keterbatasan daya tampung, batasan tenaga pendidik, sarana dan prasarana pendidikan, dan lain-lain,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai peran swasta untuk terlibat dalam pembangunan di

sektor pendidikan yakni untuk memenuhi kebutuhan jumlah sekolah hingga perguruan tinggi agar dapat menampung seluruh anak di Papua.

“Peran swasta untuk bangun pendidikan itu sangat penting. Perlu peranan swasta untuk bantu pemerintah dalam kembangankan pendidikan di Papua. Karena kita saat ini sedang masuki era industri 4.0,” jelas dia.
Baca juga : Warga Distrik Mbua Ingin Pembangunan Trans Papua Dilanjutkan

Suatu bangsa dapat bertahan dengan sumber daya alam dan manusia. Sumber daya alam semakin lama semakin berkurang kualitas dan kuantitasnya, maka dibutuhkan sumber daya manusia untuk mengolahnya.

Saat ini, pemerintah memang sedang mendorong pendidikan untuk memenuhi kebutuhan diberbagai sektor untuk kebutuhan di tahun 2045. Di mana Indonesia juga menikmati adanya bonus demografi karena sebagian besar penduduk adalah usia produktif.

“Tahun 2045 kita juga rayakan 100 tahun kemerdekaan. Saat itu, anak-anak kita yang akan menyelenggarakan negara, kalau kita enggak perhatikan sumber daya manusia di 2045, bukan bonus demografi yang didapat tapi becana demografi. Kalau kita hanya punya kuantitas yang banyak tapi kualitas rendah, maka kita akan dikuasai bangsa lain,” paparnya.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/negara-yang-menjajah-indonesia/