Unwir Dapat Bantuan Bus Mahasiswa Dari Kemenhub

Unwir Dapat Bantuan Bus Mahasiswa Dari Kemenhub

Unwir Dapat Bantuan Bus Mahasiswa Dari Kemenhub

Unwir Dapat Bantuan Bus Mahasiswa Dari Kemenhub

Sebagai penunjang akses transportasi, terutama mobilitas kegiatan kemahasiswaan, Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu mendapatkan bantuan 1 unit bus mahasiswa dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal itu atas bantuan dari aspirasi Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Yoseph Umarhadi. Realisasi bantuan 1 unit bus mahasiswa sebagai tindaklanjut dari pertemuan di Unwir Indramayu pada 9 Agustus 2018 lalu.

“Saya kira Bus ini dikhususkan untuk kegiatan belajar mengajar supaya visi misi perguruan tinggi terutama Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diback-up dan didukung dan terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ungkap Yoseph Umarhadi usai penyerahan bantuan bus mahasiswa secara resmi di lokasi, Senin (3/12).

Sebagai perguruan tinggi, kampus memerlukan sarana pendidikan yang sifatnya tidak hanya pendidikan berbasis knowledge, tetapi juga pengabdian masyarakat, studi wisata atau kegiatan lainnya.

“(Olehnya) Ini memerlukan sarana transportasi yang akan membuat mereka lebih mudah dan lancar,” jelasnya.

Tujuan selanjutnya, agar biaya pendidikan di negara ini makin hari makin berkurang, murah dan tidak membutuhkan cost yang tinggi.

“Sebab kan para mahasiswa kita ini kan untuk menyampai kampus terutama daerah-daerah terpencil, itu kan lebih banyak cost nya di transportasi. Maka melalui dukungan bus transportasi melalui saya ini, antara lain diharapkan mengurangi cost itu,” jelas Dia.

Berikutnya, lanjut Yoseph Umarhadi, tujuan bantuan bus mahasiswa juga dalam rangka mendekatkan dunia pendidikan dengan masyarakat. Keberadaan lembaga pendidikan seyogyanya mudah dijangkau oleh masyarakat pendidikan.

Terakhir, sambung Dia, yang lebih penting lagi ialah untuk membantu mengurangi angka tingkat kecelakaan lalu lintas, khusunya bagi pengguna moda transportasi roda 2.

“Karena mahasiwa dengan kemampuannya terbatas, karena keterbatasan angkutan umum juga, lalu mereka menggunakan kendaraan pribadi terutama roda 2. Roda 2 ini kan resiko lebih besar di jalan,” paparnya.

Bus bantuan Kemenhub berbentuk 3/4 dan minimalis. Bus terlihat minimalis karena banyaknya minat dari perguruan tinggi di Indonesia dan berharap mendapatkannya. Termasuk 1 unit bus yang sama, akan diberikan kepada Universitas Swadaya Gunungjati (Unswagati) Cirebon.

“Bus 3/4 ini lebih lincah digunakan. Yang penting membantu mereka untuk lebih meningkatkan mobilitas untuk melakukan studi keluar, pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unwir Indramayu Ujang Suratno mengucapkan terimakasih

atas bantuan bus mahasiswa. Bus bantuan tersebut akan dioperasionalkan tiap hari.

“Terutama kepada Bapak Yoseph Umarhadi. Berkat dukungan beliau maka Unwir pada tahun ini mendapat bantuan 1 bus sekolah,” kata Ujang Suratno.

Disebutkannya, Indramayu tergolong daerah yang cukup luas, namun penyediaan sarana transportasi umum masih sangat terbatas. Tentunya, bantuan bus mahasiswa meringankan beban mahasiswa.

“Supaya mereka bisa bertransportasi ke sini lebih murah,” ucapnya.

Dikemukakannya, selain antar jemput, Bus juga dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan penelitian civitas akademika (riset).

“Ini juga digunakan untuk seluruh aktivitas mahasiswa. Karena kita tahu, aktivitas mahasiswa Unwir ini begitu progresif sekali. Hampir tiap hari dan (aktivitas) mereka bukan hanya di dalam kampus tapi juga di luar kampus,” kata Ia.

Ujang Suratno juga menuturkan, dengan adanya bus mahasiswa dapat

meningkatkan tugas-tugas perguruan tinggi, Visi-Misi PT khususnya pelaksanaan Tri Dharma PT.

“Saya ucapkan sekali lagi terimakasih kepada beliau-beliau ini. Karena atas dukungan beliau, Unwir dapat bantuan. Kami berharap tahun depan juga dapat lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan dan Multi Moda Kemenhub RI Ahmad Yani menambahkan, Kemenhub telah mengalokasikan bus bantuan di tahun 2018 sebanyak 180 unit. Bantuan tersebut diserahkan kepada PT, Sekolah, Ponpes dan lembaga pendidikan lainnya.

Tahun ini, tahun 2018, kurang lebih 180 unit disebarkan ke seluruh Universitas,

pesantren, sekolah dan sebagainya,” sebut Ahmad Yani.

Ahmad Yani melanjutkan, selain lembaga pendidikan, bus bantuan juga diberikan kepada pemerintah daerah yang membutuhkan moda transportasi.

“Tetapi kami juga mengirimkan Bus BRT (Bus Rapid Transit) untuk pemda-pemda, terutama pemda tingkat 1 untuk menyelenggarakan angkutan umum di wilayah perkotaan,” pungkasnya

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html