Manajemen dan Kepemilikan Museum Menjadi Perhatian

Manajemen dan Kepemilikan Museum Menjadi Perhatian

Manajemen dan Kepemilikan Museum Menjadi Perhatian

Manajemen dan Kepemilikan Museum Menjadi Perhatian

Kemendikbud – Ada dua isu krusial pada 2019 yang akan menjadi perhatian

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam mendorong minat masyarakat Indonesia terhadap museum. Dua isu tersebut adalah manajemen pengelola dan kepemilikan masyarakat terhadap museum. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid dalam Taklimat Media Kilas Balik Kinerja Kemendikbud Tahun 2018 dan Program Kerja Tahun 2019 di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

“Kita kekurangan sumber daya manusia di daerah untuk mengelola museum. Oleh

karena itu akan banyak bimbingan teknis agar pengelola museum dapat bekerja secara profesional,” ujar Hilmar. Bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia permuseuman sehingga ke depan terwujud kualitas pelayanan dan tampilan museum yang menarik serta menggugah.

Selain itu, kepemilikan publik terhadap museum di daerah masih sangat rendah. “Banyak museum di daerah yang statusnya didiamkan, tidak begitu banyak perhatian, istilahnya dicuekin,” ujarnya lagi. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan sirkulasi koleksi museum nasional yang dijodohkan dengan koleksi museum lokal. Hilmar menyebut ada sebanyak 150 koleksi museum nasional yang akan disandingkan.

“Misalnya koleksi kain. Banyak warga sekitar yang mempunyai kain khas daerahnya.

Nah kain tersebut juga akan dipamerkan di museum, sehingga kepemilikan masyarakat terhadap museum akan terus meningkat,” tutur Hilmar. (Ryka Hapsari Putri)

 

Baca Juga :