Metode Penelitian Sosial

A. Pengantar
Kegiatan penelitian sosial sering dijalankan didalam rangka menggapai beberapa tujuan, layaknya untuk mencari pemecahan-pemecahan berasal dari gangguan sosial yang berkembang dan sekaligus sebagai langkah pengembangan di lapangan ilmu ilmu sosial. Keberadaan akal asumsi pada diri manusia telah beri tambahan karakter basic sebagai makhluk yang senantiasa berpikir. Beberapa pertanyaan mendasar seperti: mengapa suatu benda diciptakan, bagaimana sistem penciptaan itu berlangsung, siapakah diri kita, mengapa kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan, dapat kemanakah kelak kita dapat menuju, mengapa didalam kehidupan senantiasa ada masalah-masalah sosial, bagaimanakah sebaiknya bersikap pada masalah-masalah sosial, apakah kebahagiaan itu, bagaimanakah caranya menggapai kebahagiaan itu, dan tetap banyak ulang pertanyaan-pertanyaan lain yang senantiasa melengkapi kecemasan manusia sebagai makhluk yang berpikir (animal rational).

Terhadap beraneka pertanyaan yang ada tersebut, manusia tidak cuma tinggal diam. Manusia dapat senantiasa mengupayakan untuk mencari jawaban atas beberapa pertanyaan tersebut bersama langkah lakukan penelitian-penelitian lewat langkah-langkah khusus layaknya menyatukan data, memproduksi dan menganalisis data, menginterpretasikan data, sebabkan kesimpulan, menguji kesimpulan, sebabkan rekomendasi, lakukan penelitian lanjutan, dan seterusnya. Dalam bab ini dapat dibahas beberapa hal yang terjalin bersama penelitian sosial.
Sebelum membahas materi perihal penelitian, lebih-lebih dahulu kita mesti menyadari beberapa pendekatan untuk menemukan kebenaran. Hal ini dijalankan bersama menyatukan ilmu pengetahuan.

B. Beberapa Pendekatan Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dengan akal asumsi yang dimiliki manusia senantiasa terdorong untuk mencari kebenaran bersama langkah menyatukan ilmu ilmu yang sebanyak-banyaknya. Banyak langkah yang dapat dijalankan untuk beroleh ilmu pengetahuan, dapat namun secara garis besar dibedakan didalam dua cara, yakni: (1) pencarian ilmu ilmu bersama gunakan langkah-langkah khusus yang berbentuk sistematis yang kemudian dikenal bersama arti pendekatan ilmiah,dan (2) pencarian ilmu ilmu bersama tanpa gunakan langkah-langkah yang berbentuk sistematis yang kemudian dikenal bersama arti pendekatan nonilmiah.

1. Pendekatan Nonilmiah
Kegiatan manusia didalam bisnis mencari ilmu ilmu dan mencari kebenaran, lebih-lebih sebelum akan diketemukannya metode ilmiah, dijalankan bersama beraneka cara, di antaranya adalah penemuan ilmu ilmu secara kebetulan, penemuan ilmu ilmu bersama gunakan akal sehat (common sense), penemuan ilmu ilmu bersama gunakan intuisi, penemuan ilmu ilmu lewat wahyu, penemuan kebenaran lewat bisnis coba-coba (trial plus error), dan lain sebagainya.

2. Pendekatan Ilmiah
Secara simple dapat dikatakan bahwa pendekatan ilmiah merupakan suatu bisnis untuk mencari ilmu ilmu bersama gunakan cara-cara berpikir ilmiah yang mendapat dukungan bersama langkah-langkah khusus yang berbentuk sistematis. Setidaknya terdapat tiga pola pikir yang dikembangkan didalam pendekatan ilmiah, yakni pola pikir induktif, pola pikir deduktif, dan pola pikir yang merupakan paduan deduktif-induktif.

C. Merancang Penelitian
Metode ilmiah dapat diperoleh bersama lakukan kegiatan penelitian.
1. Pengertian Penelitian
Secara leksikal, arti penelitian berasal berasal dari bahasa Inggris research, re bermakna kembali,sedangkan to search bermakna mencari. Dengan makna kata research adalah pencarian kembali. Adapun pengertian berasal dari penelitian dapat diperhatian pada pendapat beberapa ahli sebagai berikut:

1. Menurut Webster’s World Dictionary, penelitian merupakan penyelidikan (penelitian) pada suatu bidang ilmu ilmu yang dijalankan untuk beroleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip bersama sabar, hati-hati, dan sistematis.

2. Menurut Carter Good, penelitian merupakan suatu jalur ke arah kemajuan dan pemecahan suatu kasus (research is a way progress plus a gangguan solving).

3. Menurut Sanapiah Faisal penelitian merupakan suatu kegiatan didalam menelaah suatu kasus bersama gunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan ilmu baru yang teruji kebenarannya, baik yang terjalin bersama fenomena alam maupun yang terjalin bersama fenomena sosial.

4. Menurut Soerjono Soekanto penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada pemikiran dan konstruksi yang dijalankan secara metodologis, sistematis, dan konsisten, yang mempunyai tujuan untuk mengutarakan kebenaran sebagai keliru satu manifestasi berasal dari keinginan manusia untuk menyadari segala suatu hal yang sedang dihadapi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan yang berbentuk ilmiah yang dijalankan bersama gunakan prosedur atau metode khusus secara sistematis bersama gunakan fakta yang diperoleh secara obyektif didalam rangka memecahkan kasus atau beroleh penemuan-penemuan. Penelitian juga berbentuk berkesinambungan, didalam arti, suatu kegiatan penelitian dapat ditindaklanjuti bersama kegiatan penelitian berikutnya untuk beroleh kebenaran baru yang lebih sempurna.

2. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian mempunyai tujuan untuk mencari, menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Secara lebih rinci tujuan penelitian dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:

a.Tujuan ilmiah,
Yakni suatu kegiatan penelitian yang mempunyai tujuan untuk menyadari suatu hal namun hasilnya tidak dapat dimanfaatkan secara langsung didalam kehidupan nyata. Kegiatan penelitian layaknya ini dikenal bersama arti basic research atau pure research.
b.Tujuan praktis,
Yaitu suatu penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara langsung didalam kehidupan nyata. Penelitian layaknya ini dikenal bersama arti applied research, layaknya penelitian yang mempunyai tujuan untuk memastikan jalur-jalur distribusi dan sekaligus memastikan harga berasal dari suatu barang tertentu. Termasuk didalam penelitian ini adalah:
Tujuan eksploratif, yakni suatu kegiatan penelitian yang dijalankan untuk menemukan dan beroleh ilmu baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Tujuan verivikatif, yakni suatu kegiatan penelitian yang mempunyai tujuan untuk menguji kebenaran yang dihasilkan oleh kegiatan penelitian yang dijalankan sebelumnya.
Tujuan pengembangan (development), yakni suatu kegiatan penelitian yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih didalam suatu konsep atau suatu teori yang sedang berkembang.

Jadi berdasarkan beberapa tujuan diatas kegiatan penelitian senantiasa dijalankan secara terus menerus dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan utama berasal dari kegiatan penelitian adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.

3. Jenis-Jenis Penelitian
Dalam bukunya yang berjudul Suatu Petunjuk Praktis Metodologi Penelitian Sosial, Asyari menjelaskan beberapa tipe penelitian sebagai berikut:
1. Berdasarkan tekun ilmu yang dikaji:

a. Natural science research, yakni kegiatan penelitian didalam bidang ilmu ilmu alam.
b. Social science research, yakni kegiatan penelitian didalam bidang ilmu ilmu sosial.
c. Humanities research, yakni kegiatan penelitian didalam bidang ilmu humaniora.

2. Berdasarkan daerah berlangsungnya kegiatan penelitian:

a. Field Research, yakni kegiatan penelitian yang menyita lapangan-lapangan khusus sebagai objek penelitian.
b. Library research, yakni kegiatan penelitian yang dijalankan di perpustakaan bersama membahas beraneka teori yang ada.
c. Laboratory research, yakni kegiatan penelitian yang dijalankan di laboratorium.

3. Berdasarkan faedah dan tujuannya:

a. Basic research atau pure research, yakni kegiatan penelitian yang dijalankan didalam rangka menemukan, menguji, dan mengembangkan suatu teori didalam rangka pengembangan didalam bidang keilmuan.
b. Applied research, yakni kegiatan penelitian yang dijalankan untuk memenuhi tuntutan didalam kehidupan praktis. Applied research terdiri berasal dari tiga jenis, yakni exploratif research, verivikatif research, dan development research.

4. Berdasarkan hakekat penelitian itu sendiri:

a. Fact finding research, yakni kegiatan penelitian permulaan, yakni yang dititikberatkan pada penemuan fakta baru.
b. Critical interpretation research, yakni kegiatan penelitian yang merupakan tindak lanjut berasal dari fact finding research.
c. Complette research, yakni kegiatan penelitian yang merupakan penggabungan berasal dari fact finding research dan critical interpretation research.

5. Berdasarkan metode yang digunakan:

a. Deductive research atau sering disebut juga bersama arti logic research, kegiatan penelitian yang gunakan metode deduksi.
b. Inductive research atau technical research, yakni kegiatan penelitian yang gunakan metode induktif.

4. Tahap-tahap Penelitian
Kegiatan penelitian dijalankan secara terencana, teratur, dan sistematis. Untuk itu, kegiatan penelitian dijalankan didalam beberapa tahap. Secara garis besar kegiatan penelitian dijalankan didalam tiga bagian sebagai berikut:

1. Tahap persiapan
Sebelum terjun ke lapangan seorang peneliti mesti lakukan beberapa persiapan yang terdiri dari: (a) pilih tema/topik penelitian, (b) lakukan studi pendahuluan, (c) merumuskan kasus penelitian, (d) sebabkan hipotesis, (e) pilih metode dan pendekatan penelitian, (f) pilih variabel dan sumber data, dan (g) sebabkan instrumen penelitian.

2. Tahap pelaksanaan
Setelah lakukan persiapan seperlunya, seorang peneliti mesti lakukan kegiatan penelitian yang meliputi: (a) menyatukan data, (b) pemikiran data, dan (c) sebabkan kesimpulan.
3. Tahap penulisan laporan
Penulisan pelaporan merupakan bagian akhir berasal dari kronologis sistem penelitian.

a. Tema / topik penelitian
Untuk pilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti mesti miliki kepekaan pada kehidupan yang dihadapinya. Secara praktis, seorang peneliti dapat pilih tema berasal dari beraneka sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang berjalan didalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain. Tema atau topik didalam kegiatan penelitian tidak boleh diambil secara sembarangan. Tema atau topik tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

1. Tema / topik penelitian hendaknya menarik perhatian penduduk dan miliki nilai kegunaan bagi kehidupan masyarakat.

2. Tema / topik yang diangkat hendaknya merupakan tema/topik yang dapat diteliti dan dapat dicari datanya di lapangan. Untuk itu peneliti harus: (a) menguasai teori dan latar belakang serta metode pemecahannya, (b) miliki saat dan tenaga yang menopang kegiatan penelitian, (c) miliki sumber data dan sekaligus dapat menyusun alat pengumpul data, dan (d) dapat memproduksi data yang telah terkumpul.

3. Hasil penelitian hendaknya dapat dimanfaatkan, baik untuk memajukan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja, serta dapat menyumbangkan beberapa solusi pada problem yang berkembang didalam kehidupan masyarakat.

4. Topik/tema penelitian hendaknya merupakan suatu hal yang baru sehingga kegiatan penelitian bukan merupakan kegiatan yang mubazir, juga untuk menjauhkan diri berasal dari plagiarisme.

b. Studi pendahuluan
Pada dasarnya studi pendahuluan mempunyai tujuan untuk mendalami kasus yang telah dirumuskan sehingga peneliti dapat lakukan persiapan secara maksimal. Secara rinci tujuan berasal dari studi pendahuluan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui secara pasti apa yang dapat diteliti di lapangan.

2. Mengetahui secara lebih menyadari perihal sumber data yang dapat digali.

3. Agar kegiatan penelitian yang dijalankan bukan merupakan pengulangan berasal dari kegiatan penelitian yang telah dijalankan oleh peneliti lain.

4. Untuk beroleh deskripsi perihal bagaimana teknik-teknik yang dipergunakan untuk menggali dan menyatukan data.

5. Dapat pilih metode yang tepat kegunaan menganalisis data yang telah dikumpulkan.

6. Memperoleh pemahaman perihal pemikiran yang dapat diambil berasal dari kegiatan penelitian.

7. Memperoleh deskripsi perihal faedah penelitian bagi kehidupan penduduk secara nyata.

Adapun cara-cara yang dapat ditempuh kegunaan lakukan studi pendahuluan di antaranya adalah: (1) lakukan studi kepustakaan, yakni membahas buku-buku yang berisi perihal teori yang relevan bersama kasus penelitian, menelaah artikel, paper, dan juga hasil penelitian sebelumnya, dan lain sebagainya, (2) berkunjung ke wilayah yang dijadikan objek penelitian, dan (3) lakukan diskusi dan tanya jawab bersama orang yang diakui miliki ilmu yang memadai sehubungan bersama kasus yang diangkat didalam penelitian tersebut.

c. Merumuskan masalah
Perumusan kasus amat penting didalam rangka beri tambahan arah pada keseluruhan konsep dan langkah-langkah yang dapat ditempuh didalam kegiatan penelitian, sebab rumusan kasus dapat beri tambahan deskripsi yang menyadari perihal kasus yang terdapat di dalamnya, sekaligus beri tambahan arahan didalam pengumpulan data. Perumusan kasus tersebut juga mesti disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kata-kata tanya atau pernyataan yang menyadari dan padat. Adapun persyaratan yang mesti dipenuhi didalam rumusan kasus antara lain adalah sebagai berikut:

1. Rumusan kasus mesti tunjukkan pertalian antara dua variabel atau lebih.

2. Dirumuskan didalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.

3. Rumusan kasus mesti padat dan menyadari sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

4. Rumusan kasus mesti mempunyai kandungan unsur data yang menopang pemecahan pada kasus penelitian.

5. Rumusan kasus mesti merupakan basic didalam sebabkan hipotesis (kesimpulan sementara)

6. Rumusan kasus mesti jadi basic didalam pilih tujuan penelitian.

7. Rumusan kasus mesti merupakan basic didalam menyita pemikiran penelitian.

8. Rumusan kasus mesti mencerminkan judul penelitian.
Contoh rumusan kasus adalah: Bagaimana pertalian antara kecerdasan pelajar bersama peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan kasus tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar pada peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.

d. Merumuskan hipotesis
Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan kasus yang ada. Pada dasarnya hipotesis merupakan suatu pandangan berasal dari peneliti perihal solusi pada beberapa kasus yang diangkat didalam kegiatan penelitian. Hipotesis merupakan pemikiran saat berasal dari beberapa kasus yang ada, hal mana tetap mesti dibuktikan kebenarannya. Adapun faedah berasal dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk pilih sumber data, juga jenis-jenis data yang diperlukan. Dalam pertalian ini, Kerlinger mengajukan dua persyaratan perihal hipotesis yang baik, yakni: (1) hipotesis merupakan pernyataan perihal pertalian antara dua variabel atau lebih didalam penelitian, dan (2) hipotesis dapat diuji secara empirik.
Contoh hipotesis: “kecerdasan pelajar amat berpengaruh bagi peningkatan prestasi belajar”.

e. Menentukan metode dan pendekatan penelitian
Metode dan pendekatan penelitian dipilih berdasarkan rumusan kasus dan tipe data yang dapat digali didalam kegiatan penelitian. Dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Sumanto menjelaskan beberapa macam metode / pendekatan penelitian sebagai berikut:

1. Metode penelitian sejarah
Penelitian histori merupakan bisnis pengumpulan data secara sistematis, yakni meliputi beberapa langkah sebagai berikut:
a. Langkah heuristik, yakni kegiatan menyatukan data yang mengenai bersama masalah-masalah yang diangkat didalam penelitian tersebut.
b. Langkah kritik, yakni lakukan seleksi pada beraneka data yang telah dikumpulkan sampai dicapai data yang valid.
c. Langkah interpretatik, yakni beri tambahan makna dan tafsiran pada data yang telah dikumpulkan.
d. Langkah historiografi, yakni menuliskan segala suatu hal yang merupakan makna dan tafsiran berasal dari data yang telah dikumpulkan sehingga membuahkan cerita sejarah.

2. Metode deskriptif
Dalam penelitian deskriptif peneliti lakukan bisnis pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian deskriptif peneliti mengupayakan mendeskripsikan dan menginterpretasikan segala data yang telah dikumpulkan lewat angket, wawancara, maupun observasi.

3. Metode korelasi
Penelitian korelasi mengenai bersama pengumpulan data untuk pilih ada atau tidaknya pertalian (korelasi) antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian ada tiga hasil yang dapat diperoleh berasal dari penelitian korelasi, yakni: (1) terdapat korelasi positif antar variabel, (2) terdapat korelasi negatif antarvariabel, dan (3) tidak ada korelasi antarvariabel.

4. Metode kausal-komparatif
Penelitian kausal komparatif (ex post fakto) merupakan suatu penelitian yang dijalankan untuk pilih penyebab atau alasan adanya perbedaan tabiat atau standing group / individual. Dengan demikian, sesudah peneliti memandang adanya perbedaan didalam group / individual maka langsung dicari alasan-alasan yang jadi penyebabnya. Pendekatan kausal-komparatif melibatkan pendekatan pendahuluan pada suatu akibat dan sekaligus mencari alternatif penyebabnya.

5. Penelitian eksperimen
Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang diakui paling berhasil didalam menguji hipotesis pertalian sebab-akibat. Dalam metode eksperimen, peneliti memanipulasi variabel berdiri sendiri untuk kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh manipulasi yang dijalankan tadi. Untuk beroleh pengaruh yang benar-benar bersih berasal dari pengaruh lain, peneliti dituntut untuk lakukan pemeriksaan yang teliti pada masuknya pengaruh luar. Variabel-independen disebut juga bersama arti variabel-eksperimen, namun variabel-dependen disebut juga bersama arti variabel-creation. Variabel dependen merupakan variabel tergantung, yakni merupakan pengaruh berasal dari manipulasi subjek sesudah beroleh treatmen. Jika dijalankan bersama baik, penelitian eksperimen dapat membuahkan bukti yang diakui paling baik perihal pertalian sebab akibat yang dihipotesiskan.

5. Penelitian Sosiologis
Penelitian sosiologis merupakan anggota berasal dari penelitian didalam bidang ilmu-ilmu sosial. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa penelitian sosiologis merupakan suatu sistem pengungkapan kebenaran berdasarkan pemanfaatan konsep-konsep basic yang dikenal didalam sosiologi. Konsep-konsep basic tersebut berfungsi sebagai layanan ilmiah didalam rangka mengutarakan kebenaran yang terdapat didalam kehidupan masyarakat.

Di didalam penelitian sosiologis, peneliti gunakan seperangkat metode ilmiah yang berbentuk sistematis. Penelitian sosiologis amat penting untuk dijalankan sebab hasil penelitiannya dapat dipergunakan untuk:

(1) pengembangan didalam ilmu-ilmu sosial yang lain mengingat pusat perhatiannya adalah kehidupan masyarakat,

(2) data dan pemikiran yang dihasilkan didalam penelitian sosiologis dapat dipergunakan untuk menopang program pembangunan yang sedang digalakkan.

JJJ<<<=Ringkasan=>>>JJJ
Kegiatan penelitian sosial sering dijalankan didalam rangka menggapai beberapa tujuan, layaknya untuk mencari pemecahan-pemecahan berasal dari gangguan sosial yang berkembang dan sekaligus sebagai langkah pengembangan di lapangan ilmu ilmu Sosial.

Cara yang dapat dijalankan untuk beroleh ilmu pengetahuan, dapat namun secara garis besar dibedakan didalam dua cara, yakni: (1) pencarian ilmu ilmu bersama gunakan langkah-langkah khusus yang berbentuk sistematis yang kemudian dikenal bersama arti pendekatan ilmiah, dan (2) pencarian ilmu ilmu bersama tanpa gunakan langkah-langkah yang berbentuk sistematis yang kemudian dikenal bersama arti pendekatan nonilmiah.

Berdasarkan beraneka pengertian, penelitian disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang berbentuk ilmiah yang dijalankan bersama gunakan prosedur atau metode khusus secara sistematis bersama gunakan fakta yang diperoleh secara obyektif didalam rangka memecahkan kasus atau beroleh penemuan-penemuan. Penelitian berbentuk berkesinambungan, didalam arti, suatu kegiatan penelitian dapat ditindaklanjuti bersama kegiatan penelitian berikutnya untuk beroleh kebenaran baru yang lebih sempurna.

Selain itu penelitian miliki dua tujuan, yakni tujuan ilmiah dan tujuan praktis. Beberapa tipe penelitian antara lain:

1. Berdasarkan tekun ilmu yang dikaji:
a. Natural science research,
b. Sosial science research,
c. Humanities research,

2. Berdasarkan daerah berlangsungnya kegiatan penelitian:
a. Field Research,
b. Library research,
c. Laboratory research,

3. Berdasarkan faedah dan tujuannya:
a. Basic research atau pure research,
b. Applied research,

4. Berdasarkan hakekat penelitian itu sendiri:
a. Fact finding research,
b. Critical interpretation research,
c. Complete research,

5. Berdasarkan metode yang digunakan:
a. Deductive research atau sering disebut juga bersama arti logic research,
b. Inductive research atau technical research,

Kegiatan penelitian dijalankan didalam tiga bagian sebagai berikut:

1. Tahap persiapan
Dengan tahapan sebagai berikut: (a) pilih tema/topik penelitian, (b) lakukan studi pendahuluan, (c) merumuskan kasus penelitian, (d) sebabkan hipotesis, (e) pilih metode dan pendekatan penelitian, (f) pilih variabel dan sumber data, dan (g) sebabkan instrumen penelitian.

2. Tahap pelaksanaan
Dengan tahapan sebagai berikut: (a) menyatukan data, (b) pemikiran data, dan (c) sebabkan kesimpulan.

3. Tahap penulisan laporan
Setiap penelitian pasti saja miliki tema yang diteliti, seorang peneliti dapat pilih tema berasal dari beraneka sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang berjalan didalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain.

Sumber : kumpulansurat.co.id

Baca Juga :