Indonesia Menuju Pusat Studi Islam Dunia

Indonesia Menuju Pusat Studi Islam Dunia

Indonesia Menuju Pusat Studi Islam Dunia

Indonesia Menuju Pusat Studi Islam Dunia

Khazanah pendidikan Islam di Indonesia cukup unik dibandingkan negara lain. Apalagi jumlah pemeluk agama Islam di nusantara ini mencapai 87,2 persen. Sejumlah lembaga pendidikan Islam pun berkembang dengan baik kendati memiliki perbedaan mazhab satu sama lain. Keunikan itu dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam di dunia.

“Selama ini studi Islam banyak berkiblat ke Arab dan barat, karena mereka telah

terlebih dahulu mengembangkannya. Namun dari segi konsep dan mutu Indonesia lebih berani dibandingkan mereka,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (16/11).

Berdasar data Kemenag, di Indonesia saat ini terdapat 600 pendidikan tinggi islam, 75.000 madrasah tingkat menengah, dan 28.000 pesantren.
Pusat Studi Islam Dunia
Santri mendengarkan ceramah (Qodrat/Radar Banten)

Dikatakan Kamaruddin, sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia yang mencapai 200 juta jiwa (87,2 persen) dari total penduduk, Indonesia relatif stabil dan minim masalah terorisme.

Hal itu tidak terlepas dari dalam keberagaman etnis, budaya, dan agama, Indonesia

berhasil mengembangkan keislaman moderat rahmatan lil alamin yang terbukti tahan guncangan.

“Di level dunia, Indonesia banyak menjadi objek studi keislaman inklusif karena di negara ini berbagai perbedaan dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Sangat berbeda dengan keislaman di Arab dan Afrika yang lebih labil,” ujar Kamaruddin.

Upaya mewujudkan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam dunia, Kemenag akan

menggelar Pameran Pendidikan Islam Internasional yang akan digelar ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, pada 21-24 November 2017 mendatang. Nantinya pameran yang bertajuk International Islamic Education Expo itu akan menampilkan 200 stand pameran lembaga pendidikan Islam dari dalam dan luar negeri.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html