Belajar Tentang Ibnu Kholdun dengan PPI Tunisia

Belajar Tentang Ibnu Kholdun dengan PPI Tunisia

Belajar Tentang Ibnu Kholdun dengan PPI Tunisia

Belajar Tentang Ibnu Kholdun dengan PPI Tunisia

Kegiatan Diskusi Ilmiah Mingguan PPI Tunisia kembali digelar pada hari Minggu

(6/11) di Sekretariat PPI Tunisia. Diskusi kali ini tidak kalah menarik dengan diskusi sebelumnya.

Terbukti dari antusias para mahasiswa yang datang menghadiri acara ini. Karena narasumbernya sendiri adalah seorang mahasiswa program doktoral yang sedang menempuh pendidikannya di Univesitas Az-Zaitunah, yaitu Mohammad Septi. Dalam diskusi kali ini beliau menjelaskan tentang ilmu Umran Al-Basyari yang dicetuskan oleh Ibnu Khaldun.

Pemaparan awal dibuka dengan penjelasan biografi sang tokoh dan fase-fase

kehidupannya. Secara umum fase kehidupan Ibnu Khaldun dapat dibagi menjadi empat fase seperti yang beliau jelaskan. Mulai fase kelahiran, fase bertugas di pemerintahan dan terjun ke dunia politik, fase pengarangan, sampai ke fase ketika dia mengajar dan menjadi Hakim Negeri di Mesir.

’’Ibnu Khaldun, memang tidak secara langsung menggunakan kata filsafat sejarah, tetapi justru menggunakan kata al-umran al-basyari. Secara bahasa, al-umran al-basyari berarti masyarakat manusia. Sementara itu, menurut Ibnu Khaldun, al-umran diartikan sebagai kebudayaan,’’ papar Mohammad Septi.

Dalam Grand Larousse Encyclopedique, mengemukakan bahwa kebudayaan adalah

seperangkat karakteristik yang berkenaan dengan kehidupan pikiran, artistik, moral, material, dan politik suatu negeri atau masyarakat tertentu. Ensiklopedia itu juga menambahkan bahwa kebudayaan merupakan salah satu objek pembahasan filsafat sejarah.

Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan sejarah secara totalitas mengkaji kehidupan berbagai masyarakat dan kekaisaran serta berupaya untuk mengikhtisarkan hukum-hukum perkembangan dan keruntuhannya. Dengan demikian, kebudayaan atau yang disebut Ibnu Khaldun sebagai al-umran merupakan ilmu yang mengkaji filsafat sejarah. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/afiksasi-adalah.html