Atasi “Perdemitan”, Dinas Pendidikan Yogyakarta Turunkan Tim Motivator

Atasi “Perdemitan”, Dinas Pendidikan Yogyakarta Turunkan Tim Motivator

Atasi “Perdemitan”, Dinas Pendidikan Yogyakarta Turunkan Tim Motivator

Atasi “Perdemitan”, Dinas Pendidikan Yogyakarta Turunkan Tim Motivator

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta turun tangan menindaklanjuti kasus kesurupan yang terjadi di SMP Negeri 15 Yogyakarta sejak dua minggu terakhir. Pada Jumat (17/11) tim yang didatangkannya, untuk memotivasi para siswa dan guru yang mengalami stres karena peristiwa itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan,

terjadinya peristiwa itu sejak hari pertama sebenarnya sudah mendapat perhatiannya. Sampai pada puncaknya, Jumat (17/11) ini timnya akan mulai berjalan.

”Bukan dinas lepas tangan, tetap campur tangan. Kami kirim motivator untuk menghadapi anak-anak dan guru,” kata Edy kepada JawaPos.com di kantornya.
Edy Heri Suasana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Peristiwa kesurupan awal terjadi Jumat (3/11). Hampir setiap hari dalam dua minggu terakhir ini selalu ada yang mengalaminya. Pada Jumat (10/11), kasus yang paling tinggi, yaitu sekitar 50 siswa.

Diakuinya, guru dan siswa di sekolah itu sudah mengalami stres. Bahkan, dampak lainnya, ia juga didatangi oleh setidaknya tiga kelompok paranormal untuk mengatasi kasus ini. Namun, ujung-ujungnya mereka meminta ‘mahar’.

”Tiga kelompok, saya tolak semua. Yang dibutuhkan ini motivator,” tuturnya.

Selain mereka yang datang kepadanya, paranormal-paranormal itu juga diketahui

mendatangi sekolah. Menurutnya, itu juga akan menambah beban psikis pada siswa.

Sementara, Ketua Komite II SMP 15 Yogyakarta, Fahrizal mengatakan, paranormal, orang pintar, maupun sejenisnya itu mereka selalu ingin masuk ke sekolah. ”Hampir semua guru stres. Sudah cukup, kegiatan belajar mengajar akhirnya terganggu,” katanya.

Dia meminta agar pihak dinas terkait mengambilalih masalah ini. Biarkan para guru

dan siswa, fokus pada belajar mengajar. ”Kasus perdemitan ini biar dinas. Bahkan sudah ada warga yang ikut kesurupan,” pungkasnya.

 

Baca Juga :