Belajar Zakat, Pengertian Zakat, Macam Macam Zakat

Belajar Zakat, Pengertian Zakat, Macam Macam Zakat dan Ketentuannya

Belajar Zakat, Pengertian Zakat, Macam Macam Zakat

Belajar Zakat, Pengertian Zakat, Macam Macam Zakat

Anjungan Daerah

Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut, serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cenderamata.Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 33 provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.

Bangunan Keagamaan

Bangunan keagamaan diwakili oleh beberapa rumah ibadah agama resmi yang diakui di Indonesia, hal ini untuk menggambarkan toleransi dan keselarasan hubungan antar agama di Indonesia. Bangunan-bangunan keagamaan antara lain:
· Masjid Pangeran Diponegoro
· Gereja Katolik Santa Catharina
· Gereja Protestan Haleluya
· Pura Penataran Agung Kertabhumi
· Wihara Arya Dwipa Arama
· Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa
· Kuil Konghucu Kong Miao

Sarana Rekreasi

· Istana Anak-anak Indonesia
· Kereta gantung
· Perahu Angsa Arsipel Pengertian Uang, Sejarah Uang, dan Fungsi Uang
Pengertian uang | Sejarah Uang | Fungsi Uang| Sebagaimana kata uang yang diucapkan dalam kehidupan sehari hari, pengertian uang dapat bermacam macam arti, tetapi bagi ekonom, uang memiliki arti yang khusus. Untuk menghindari kebingungan, anda harus memiliki kejelasan bagaimana kata uang yang digunakan oleh para ekonom berbeda dari kegunaan biasanya.
Ekonom mendefinisikan uang yang dijuga seringkali disebut uang beredar sebagai sesuatu yang secara umum diterima dalam pembayaran barang ataupun jasa pembayaran atas utang. Mata uang terdiri dari uang kertas dan koin, sangat cocok dengan definisi ini dan merupakan salah satu bentuk uang. Ketika sebagian besar orang berbicara tentang uang, mereka sedang membicarakan tentang mata uang (currency)-uang kertas dan koin. Misalnya, jika seseorang datang kepada anda dan mengatakan, “Uangmu atau hidupmu”. Anda pasti akan segera menyerahkan semua uang anda daripada bertanya lebih dulu, “Apa yang anda maksud dengan uang?”.
Mendefinisikan uang semata mata sebagai mata uang terlalu sederhana bagi para ekonom. Oleh karena cek juga dapat diterima sebagai pembayaran atas pembelian, rekening giro juga dapat dianggap sebagai uang. Bahkan definisi uang dalam arti luas juga diperlukan karena bentuk lainnya seperti tabungan dapat berfungsi sebagai uang kalau dapat diubah dengan cepat dan mudah menjadi mata uang atau rekening giro. Dengan demikian, tidak ada definisi tunggal, definisi yang benar benar tepat dari uang atau uang beredar, bahkan bagi ekonom sekalipun.

Untuk memperdalam permasalahan lebih lanjut, kata uang sering disamakan dengan kekayaan. Ketika seseorang berkata, “Bolas kaya- dia memiliki banyak uang” bisa jadi yang dimaksud adalah Bolas tidak hanya memiliki banyak mata uang dan saldo yang besar di rekening gironya, tetapi juga memiliki saham, obligasi, empat mobil, tiga rumah dan kapal pesiar. Dengan demikian, “mata uang” dianggap terlalu sempit untuk mendefinisikan uang, penggunaan lain yang lebih terkenal terlalu luas. Para ekonom membuat perbedaan antara uang dalam bentuk mata uang, rekening koran (tabungan) dan bentuk lainnya yang digunakan untuk transaksi dan kekayaan (wealth), sekumpulan dari bentuk bentuk properti yang dapat digunakan untuk menyimpan nilai. Kekayaan tidak hanya meliputi uang tetapi juga aset lainnya, seperti obligasi, saham, karya seni, tanah, perabotan, mobil dan rumah.

Masyarakat juga menggunakan kata uang untuk menyatakan apa yang disebut oleh para ekonom sebagai pendapatan, sebagaimana pernyataan berikut, “Sheila pastinya sangat pintar memikat; dia memiliki perkerjaan yang baik dan mendapatkan banyak uang” Pendapatan (income) adalah arus penerimaan pada waktu tertentu. Kalau seseorang berkata bahwa dia memiliki pendapatan $1.000, anda tidak dapat mengatakan bahwa uang tersebut banyak atau tidak karena anda belum tahu bahwa itu penghasilan pertahun atau perhari atau perbulan.

Pengertian Uang Menurut Para Ahli

R.J. Thomas mengatakan bahwa “Money is something that is readly and generally accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payment for debts” artinya uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa dan barang berharga lainnya, dan untuk pembayaran utang.
Sir Dennis Holme Robertson mengatakan bahwa “Money is something accepted in payment for goods” artinya uang adalah sesuatu yang dapat diterima dalam pembayran untuk mendapatkan barang.
A.C Piguo dalam bukunya “The Veil Of Money” yang dimaksud uang adalah alat tukar.

Uang dan Fungsi uang

Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang seperti ini disebut Uang Barang.
Sedangkan dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Sejarah Uang

Sejarah Uang

Sebelum uang ditemukan dan digunakan sebagai alat tukar, perdagangan dilakukan melalui sistem tukar menukar atau barter. Untuk melakukan barter, dalam sejarahnya haruslah memenuhi syarat double coincidence of wants atau kebutuhan yang timbul bersama sama. Syarat ini tentu saja mengimplikasikan bahwa kebutuhan haruslah dalam jumlah yang terbatas dan sedikit saja.
(Sejarah Uang) Dengan semakin banyaknya kebutuhan manusia, syarat ini semakin sulit dipenuhi sehingga mendorong orang untuk menemukan suatu komoditas yang dapat digunakan masyarakat banyak sebagai alat barter. Penggunaan alat tukar pengganti barang yang selanjutnya disebut uang membuat seseorang dapat menjual barang yang dimilikinya tanpa adanya syarat double want coincidence. Dengan uang yang diperolehnya, ia dapat menukarkannya dengan barang yang dibutuhkannya tapi tidak dia miliki.
Dalam sejarah uang, dijelaskan bahwa uang pernah dalam bentuk emas dan perak.Keterbatasan kedua logam tersebut menjadi kelebihannya sehingga harganya tetap stabil dan tinggi, disukai banyak orang dalam masyarakat serta diterima secara umum serta tidak mudah rusak dan dapat dipecah menjadi satuan yang lebih kecil.
(Sejarah uang) Pada awal penggunaan emas dan perak sebagai alat tukar (uang), digunakan dalam bentuk cair. Hal ini cukup merepotkan karena membutuhkan timbangan. Kemudian, kesulitan tersebut diatasi dengan diperkenalkannya sistem uang koin atau uang logam. Dalam uang logam tersebut dicantumkan nilai koin tersebut yang disebut nilai nominal.
Uniknya, dalam sejarah uang, berbeda dengan uang masa kini. Uang logam seperti emas dan perak memiliki nilai nominal yang sama dengan nilai intrisik. Hal ini karena nilai nominal yang tercantum disamakan dengan nilai komoditas tersebut. Contoh, 1 ons emas akan dicap dengan label 1 ons emas sehingga tidak ada perbedaan sama sekali. Kasus dimana nilai nominal dan nilai intrisik sama disebut dengan uang komoditas atau commodity money.
Detailnya tentang sejarah uang silahkan dibaca beberapa link dibawah ini:ndonesia
· Taman Among Putro
· Taman Ria Atmaja
· Desa Wisata
· Kolam renang Snow Bay
· Museum Iptek TMII

Sumber : http://www.vaindo.com/tahap-mengajari-anak-menulis-dengan-cara-menyenangkan/