Bahasa Indonesia Harus Menjadi Tuan Rumah di Negaranya Sendiri

Bahasa Indonesia Harus Menjadi Tuan Rumah di Negaranya Sendiri

 

Bahasa Indonesia merupakan bahasa ketiga dan keempat paling banyak dipakai di dunia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menurutnya, penggunaan huruf latin pada bahasa Indonesia merupakan suatu kekuatan tersendiri.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina

“Di Asia ini hanya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina yang menggunakan huruf latin, sehingga dapat memudahkan kita dalam berorientasi dengan bahasa-bahasa lainnya. Karena itulah kita menggunakan bahasa yang lebih praktis,” ujar Kalla saat membuka secara resmi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018.

 Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Seperti yang dirilis oleh  Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kalla mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia. Kalla berharap, bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan lagi kosa katanya dengan mengikuti perkembangan zaman.

“Kita bersyukur bahwa bangsa kita yang besar ini bahasa resminya hanya satu yakni bahasa Indonesia,” ungkap Kalla.

Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI berlangsung 28 hingga 31 Oktober 2018. KBI ke-XI mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. KBI ke-XI dibuka secara resmi Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Effendy, mengatakan

topik yang dibicarakan dalam Kongres Bahasa Indonesia XI  adalah pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra di tanah air. Selain itu, dibahas pulapenegakan peraturan kebahasaan serta perlindungan bahasa dan sastra daerah yang menjadi kekayaan bangsa dan identitas utama kebinnekaan suku bangsa yang tidak boleh punah.

Effendy menggambarkan kondisi bahasa di tanah air

secara khusus di ruang publik, yang semakin dipenuhi oleh penggunaan bahasa asing yang tidak pada tempatnya.  Pada pelaksanaan kongres bahasa tahun ini, dilakukan pula peluncuran produk-produk kebahasaan dan kesastraan, yakni KBBI Braille, kamus-kamus vokasi, bahasa dan peta bahasa di Indonesia edisi 2018, Korpus Indonesia, UKBI dan BIPA daring, dan beberapa produk unggulan kemendikbud lainnya.

“Ruang publik adalah representasi kehadiran negara melalui bahasa negara, dan bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Effendy.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/