Agar Terhindar dari Penyakit Hipertensi Paru yang Mematikan, Lakukan Hal Ini!

Hipertensi paru adalah penyakit mematikan, bahkan lebih tinggi dikomparasikan kanker payudara dan kanker kolorektal. Berdasarkan data yang dihimpun Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) selama sejumlah tahun terakhir, sejumlah 80% pasien hipertensi paru bermukim di negara-negara berkembang, yang tidak jarang dikaitkan dengan penyakit jantung bawaan, penyakit paru lainnya (seperti penyakit paru obstruktif kronis, PPOK), autoimun, pembekuan darah (emboli), dan sebagainya.

“Kelainan jantung bawaan mengakibatkan adanya lubang di jantung, sampai-sampai aliran darah dari segi kanan jantung menjadi terganggu. Akibatnya, darah akan susah mengalir ke paru-paru dan desakan pada arteri paru-paru pun meningkat,” ujar berpengalaman hipertensi paru dr Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpJP dari RS Sardjito Yogyakarta, di Jakarta, Senin (24/9)

Nah ladies supaya tidak terserang penyakit mematikan tersebut, anda dapat mengerjakan screening hipertensi paru yang dapat dilakukan semenjak dini, supaya penyakit ini bisa ditangani secepatnya, sebelum berkembang mengarah ke komplikasi beda yang bisa berdampak fatal.

Ada sejumlah bentuk pengecekan dan deteksi dini yang dapat dilakukan. Seperti screening 1, yakni pengecekan dengan stetoskop, untuk mengejar masalah dari irama jantung. Selanjutnya screening 2 berupa rekam dan USG jantung untuk memahami adanya kelainan pada jantung, terutama pembengkakan jantung unsur kanan.

“Seseorang diketahui telah terlambat bila telah terjadi pembesaran jantung unsur kanan. Sesak tanpa karena menjadi tanda mula yang dapat dideteksi lebih dalam,” jelasnya.

Screening bahkan dapat dilakukan pada janin yang masih berada dalam kandungan, kemudian dilanjut ketika bayi lahir umur 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, 6 tahun lalu ruang belajar 1 dan 4 SD, 1 SMP dan 1 SMA.

Dalam peluang yang sama, Ketua Umum YHPI, Indriani Ginoto mengungkap, penanganan hipertensi paru di Indonesia sayangnya masih terkendala oleh sekian banyak  faktor, tergolong belum luasnya kesadaran terhadap bahaya penyakit hipertensi paru.

Karenanya pemerintah diinginkan dapat menolong para pasien hipertensi paru guna segera mendapat  pengobatan terhadap penyakit ini. Peningkatan pemahaman dan kewaspadaan bakal hipertensi paru di kalangan masyarakat awam pun sangat diperlukan, supaya penyakit mematikan ini dapat disadari lebih cepat.

Hipertensi paru sendiri merupakan situasi terjadinya desakan darah tinggi di arteri pulmonalis atau paru, yang pada akhirnya menciptakan jantung kanan bekerja lebih keras dari seharusnya dan dapat berdampak fatal dalam masa-masa cepat.

Baca Juga: